Kasus iCar & iCAUR: Jebakan Persamaan Pada Pokoknya Merek
Smartlegal.id -

“Ubah satu huruf pada logo belum tentu aman dari gugatan hukum! Pahami jebakan persamaan pada pokoknya Merek belajar dari kasus iCar dan iCAUR.”
Perubahan nama merek iCar, mobil listrik milik Tiongkok, sempat menarik perhatian publik. Pasalnya, perusahaan otomotif di bawah naungan Chery Group tersebut memutuskan menggunakan nama iCAUR untuk pasar ekspornya.
Sekilas, kedua nama tersebut hanya berbeda satu huruf, bahkan cara pengucapannya pun terdengar hampir sama. Namun, dibalik perubahan nama tersebut terdapat strategi hukum, yakni menghindari potensi benturan hak atas merek di negara tujuan ekspor.
Fenomena ini menunjukkan bahwa membangun sebuah merek tidak hanya berkaitan dengan strategi pemasaran, tetapi juga harus mempertimbangkan aspek perlindungan hukum di setiap negara. Sebab, nama merek yang dapat digunakan di satu negara belum tentu dapat didaftarkan atau digunakan secara bebas di negara lain.
Lantas, apakah mengubah satu atau dua huruf pada suatu merek sudah cukup untuk dianggap sebagai merek yang berbeda?
Baca juga: Awas Merek Dibajak! Trik Legal Ekspansi Bisnis Internasional
Mengapa Chery Mengubah “iCar” Menjadi “iCAUR”?
iCar dan iCAUR merupakan merek untuk kendaraan listrik yang sama, yaitu sub-brand kendaraan listrik (electric vehicle/EV) milik Chery Automobile asal Tiongkok. Nama iCAR digunakan untuk pasar domestik Tiongkok, sedangkan iCAUR digunakan khusus untuk pasar ekspor.
Strategi tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi sengketa merek di berbagai negara. Salah satu alasan yang banyak dikaitkan dengan perubahan nama tersebut adalah untuk menghindari kemungkinan konflik dengan Apple Inc.
Apple Inc. sendiri dikenal memiliki portofolio merek dengan awalan huruf “i”, seperti iPhone, iPad, dan iMac. Selain itu, Apple juga sempat dirumorkan mengembangkan proyek mobil listrik dengan nama “iCar”, meskipun proyek tersebut telah dihentikan pada 2024.
Dengan menggunakan nama yang berbeda untuk pasar internasional, Chery dapat mengurangi potensi hambatan hukum dalam proses ekspansi ke berbagai negara. Meski demikian, perubahan nama tersebut bukan berarti otomatis menghilangkan seluruh risiko sengketa merek, karena setiap negara memiliki sistem dan penilaian hukum merek yang berbeda.
Kasus ini menjadi contoh bahwa sebelum memasuki pasar baru, perusahaan perlu melakukan penelusuran merek (trademark clearance) dan menyusun strategi perlindungan merek agar terhindar dari penolakan pendaftaran maupun sengketa hukum di kemudian hari.
Baca juga: Digugat Zara? Ini Solusi Cerdas Pelanggaran Merek Dagang
Apakah Merek yang Bunyinya Mirip Dianggap Melanggar Merek Lain?
Kasus iCar dan iCAUR menunjukkan bahwa perbedaan penulisan belum tentu membuat suatu merek dianggap berbeda. Meskipun ejaannya tidak sama, kedua nama tersebut memiliki pelafalan yang hampir serupa.
Dalam hukum merek Indonesia, yakni Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis (UU 20/2016) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 penilaiannya tidak hanya didasarkan pada kemiripan visual atau penulisan semata. Selain itu, hukum merek juga mengenal konsep persamaan pada pokoknya.
Dalam penjelasan UU 20/2016, persamaan pada pokoknya merek adalah kemiripan yang timbul karena adanya unsur dominan antara satu merek dengan merek lainnya sehingga menimbulkan kesan yang sama, baik dari bentuk, susunan, cara penempatan, cara penulisan, kombinasi unsur, maupun persamaan bunyi pengucapannya.
Artinya, perbedaan ejaan belum tentu membuat suatu merek dianggap berbeda menurut hukum. Salah satu unsur yang turut dinilai adalah persamaan bunyi pengucapan. Suatu merek dapat dianggap memiliki persamaan pada pokoknya apabila cara pengucapannya terdengar sama atau sangat mirip sehingga berpotensi menimbulkan kesan bahwa kedua produk berasal dari sumber yang sama di mata konsumen.
Hal inilah yang membuat kasus iCar dan iCAUR menarik. Meskipun penulisannya berbeda, keduanya tetap memiliki pelafalan yang hampir sama. Dalam praktik hukum merek, kemiripan bunyi seperti ini dapat menjadi salah satu aspek yang dipertimbangkan untuk menilai ada atau tidaknya persamaan pada pokoknya, meskipun penilaian akhirnya dilakukan secara menyeluruh dengan melihat keseluruhan unsur merek.
Selain itu, UU Merek juga mengatur bahwa permohonan pendaftaran merek dapat ditolak apabila memiliki persamaan pada pokoknya merek atau persamaan secara keseluruhan dengan merek yang telah terdaftar atau yang lebih dahulu diajukan untuk barang dan/atau jasa sejenis.
Dengan demikian, mengubah satu atau dua huruf belum tentu cukup untuk membuat suatu merek dianggap berbeda. Sebelum menggunakan atau mendaftarkan suatu merek, pelaku usaha sebaiknya memastikan bahwa merek tersebut tidak hanya memiliki ejaan yang berbeda, tetapi juga tidak menimbulkan persamaan pada pokoknya, termasuk dari sisi bunyi pengucapan, dengan merek milik pihak lain.
Baca juga: Kasus Vulana: Alasan Penolakan Merek Paling Fatal
Risiko Finansial: Dari Sanksi Pidana hingga Rebranding Paksa
Bagi perusahaan, memaksakan penggunaan nama yang memiliki persamaan pada pokoknya dengan kompetitor atau brand yang sudah terdaftar adalah bentuk “bunuh diri” finansial. Risiko yang menanti perusahaan Anda meliputi:
- Penolakan DJKI (Sunk Cost): Biaya pendaftaran dan waktu tunggu berbulan-bulan akan hangus karena permohonan merek Anda ditolak secara permanen.
- Gugatan Perdata (Pasal 83 UU Merek): Pemilik merek asli berhak menggugat perusahaan Anda ke Pengadilan Niaga untuk menuntut ganti rugi miliaran rupiah dan memaksa penghentian produksi.
- Ancaman Pidana (Pasal 100 UU Merek): Menggunakan merek yang sama pada pokoknya secara ilegal dapat dijerat pidana penjara maksimal 4 tahun dan/atau denda hingga Rp2 Miliar.
- Mimpi Buruk Rebranding: Jika pengadilan memutus Anda bersalah, perusahaan harus menarik seluruh produk dari pasaran, menghancurkan kemasan lama, dan mengeluarkan biaya raksasa untuk membangun ulang brand awareness dari nol.
Sebelum meluncurkan produk atau melakukan ekspansi, pastikan tim legal Anda telah melakukan Audit Penelusuran Merek (Trademark Clearance Search) yang komprehensif. Mengubah satu huruf tidak menjamin bisnis Anda kebal dari hukum!
Merek Anda mendapat Surat Usulan Penolakan dari DJKI karena alasan persamaan pada pokoknya? Jangan biarkan investasi brand Anda hangus! Waktu Anda hanya 30 hari. Segera hubungi Konsultan Bersertifikat dari Smartlegal.id untuk layanan jasa tanggapan penolakan merek dengan argumen hukum yang solid.
Author: Nasywa Azzahra
Editor: Dwiki Julio
























