Sengketa DIESEL vs Ramayana: Kenapa Merek Terdaftar Bisa Digugat?
Smartlegal.id -

“Kenapa merek terdaftar masih bisa digugat? Pelajari alasan pembatalan merek, risiko sengketa brand, dan pentingnya trademark search bagi bisnis.”
Merek terdaftar masih bisa digugat karena sertifikat merek tidak memberikan perlindungan yang bersifat mutlak. Apabila terdapat alasan hukum tertentu, seperti persamaan pada pokoknya dengan merek lain atau dugaan itikad tidak baik dalam pendaftaran, pihak yang berkepentingan dapat mengajukan gugatan pembatalan merek.
Kasus sengketa antara brand fashion asal Italia, DIESEL S.p.A., dan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk menjadi salah satu contoh bahwa memiliki sertifikat merek bukan berarti suatu bisnis sepenuhnya terbebas dari risiko hukum.
Bagi perusahaan yang sedang membangun dan memperluas bisnis, merek bukan hanya identitas usaha. Merek merupakan aset yang memiliki nilai ekonomi, membangun reputasi, dan mendukung strategi ekspansi.
Karena itu, memahami kenapa merek terdaftar masih bisa digugat menjadi hal penting bagi pelaku usaha sebelum mengembangkan brand dalam skala yang lebih besar.
Kronologi Sengketa Merek DIESEL vs Ramayana
DIESEL S.p.A. mengajukan gugatan pembatalan merek terhadap PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk terkait merek:
“DIESEL HOUSE BY RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk”
Merek tersebut tercatat dengan nomor pendaftaran:
IDM001116734
dan terdaftar untuk beberapa kelas barang dan jasa, yaitu kelas 5, 18, 25, 35, dan 36.
DIESEL S.p.A. mempermasalahkan penggunaan unsur dominan berupa kata “DIESEL” yang dinilai memiliki persamaan pada pokoknya dengan merek miliknya.
Perkara tersebut terdaftar dengan nomor:
88/Pdt.Sus-HKI/Merek/2026/PN Niaga Jkt.Pst
Dalam gugatan tersebut, DIESEL S.p.A. meminta beberapa hal kepada majelis hakim, antara lain:
- Menyatakan merek DIESEL beserta variannya sebagai merek terkenal;
- Menyatakan terdapat persamaan pada pokoknya antara merek DIESEL HOUSE dengan merek miliknya;
- Membatalkan pendaftaran merek IDM001116734.
Kasus ini menunjukkan bahwa potensi sengketa merek dapat muncul bahkan setelah suatu merek memperoleh perlindungan administratif melalui proses pendaftaran.
Baca juga: Sengketa Kemiripan Merek Logo: Awas Gugatan Rp23 Miliar!
Kenapa Merek Terdaftar Masih Bisa Digugat?
Merek yang sudah terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) tetap dapat digugat melalui Pengadilan Niaga apabila terdapat alasan hukum yang sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.
Pendaftaran merek memberikan hak eksklusif kepada pemiliknya untuk menggunakan merek tersebut dalam kegiatan perdagangan. Namun, sertifikat merek bukan berarti menjadi jaminan bahwa merek tersebut tidak dapat dipersoalkan oleh pihak lain.
Dalam kondisi tertentu, pihak yang berkepentingan dapat mengajukan gugatan pembatalan merek.
Beberapa alasan yang dapat menjadi dasar gugatan antara lain:
1. Terdapat Persamaan pada Pokoknya dengan Merek Lain
Salah satu alasan utama sengketa merek adalah adanya kemiripan antara suatu merek dengan merek milik pihak lain.
Persamaan pada pokoknya dapat dilihat dari adanya kemiripan unsur yang dapat menimbulkan kesan adanya hubungan antara kedua merek.
Penilaiannya dapat mempertimbangkan berbagai aspek, seperti:
- bentuk;
- cara penempatan unsur merek;
- kombinasi unsur;
- bunyi pengucapan;
- kesan keseluruhan yang muncul.
2. Merek Didaftarkan dengan Itikad Tidak Baik
Pendaftaran merek juga dapat dipersoalkan apabila terdapat dugaan bahwa permohonan dilakukan dengan itikad tidak baik.
Dalam konteks merek, hal ini dapat berkaitan dengan tindakan mendaftarkan merek yang memiliki kemiripan dengan merek pihak lain yang telah memiliki reputasi.
3. Berkaitan dengan Perlindungan Merek Terkenal
Merek terkenal mendapatkan perlindungan khusus karena memiliki reputasi dan tingkat pengenalan tertentu di masyarakat.
Namun, status sebagai merek terkenal tetap perlu dinilai berdasarkan faktor-faktor yang relevan, bukan hanya karena merek tersebut berasal dari perusahaan besar atau berasal dari luar negeri.
Apakah Sertifikat Merek Berarti Bisnis Sudah Aman?
Tidak selalu.
Sertifikat merek merupakan bagian penting dari perlindungan bisnis, tetapi perusahaan tetap perlu memastikan bahwa proses pemilihan dan pendaftaran merek dilakukan secara strategis.
Kesalahan yang sering terjadi adalah perusahaan hanya memastikan:
“Apakah nama ini masih tersedia untuk didaftarkan?”
Padahal pertanyaan yang lebih penting adalah:
“Apakah merek ini cukup kuat dan aman untuk mendukung ekspansi bisnis dalam jangka panjang?”
Risiko Sengketa Merek bagi Bisnis yang Sedang Berkembang
Bagi perusahaan yang sedang bertumbuh, sengketa merek dapat memberikan dampak lebih luas dibanding sekadar persoalan hukum.
1. Menghambat Ekspansi Brand
Perusahaan yang telah menginvestasikan banyak biaya untuk membangun reputasi merek dapat menghadapi kendala apabila penggunaan merek tersebut dipersoalkan.
Dampaknya dapat meliputi:
- perubahan identitas brand;
- penyesuaian materi pemasaran;
- perubahan kemasan;
- gangguan strategi ekspansi.
2. Mengurangi Nilai Aset Perusahaan
Bagi bisnis yang sedang mencari investor atau membangun partnership, kepastian mengenai kepemilikan aset intelektual menjadi hal penting.
Potensi sengketa merek dapat memengaruhi persepsi terhadap:
- keamanan aset perusahaan;
- keberlanjutan brand;
- kesiapan bisnis untuk berkembang.
3. Menimbulkan Biaya dan Gangguan Operasional
Sengketa merek dapat membutuhkan sumber daya perusahaan, baik dari sisi waktu, biaya, maupun pengelolaan bisnis.
Karena itu, perlindungan merek sebaiknya dipandang sebagai bagian dari manajemen risiko bisnis.
Baca juga: Perbedaan Merek Dagang dan Jasa: Awas Sertifikat HKI Bodong!
Cara Menghindari Sengketa Merek Sebelum Ekspansi Bisnis
Sebelum mendaftarkan dan mengembangkan sebuah brand, perusahaan dapat melakukan beberapa langkah preventif.
1. Melakukan Trademark Search
Penelusuran merek membantu perusahaan mengetahui apakah terdapat merek lain yang memiliki kemiripan.
Langkah ini penting dilakukan sebelum perusahaan mengeluarkan investasi besar untuk:
- pemasaran;
- distribusi;
- pembukaan cabang;
- pengembangan produk.
2. Memastikan Strategi Kelas Merek Sesuai dengan Bisnis
Perusahaan perlu memastikan perlindungan merek sesuai dengan:
- produk atau jasa yang ditawarkan;
- rencana pengembangan bisnis;
- kemungkinan ekspansi lini usaha
3. Melakukan Evaluasi Risiko Brand
Sebelum menggunakan sebuah nama, perusahaan perlu mempertimbangkan:
- apakah nama memiliki daya pembeda;
- apakah memiliki kemiripan dengan merek lain;
- apakah terdapat potensi konflik dengan merek terkenal
Perlindungan Merek Bukan Sekadar Administrasi, tetapi Strategi Bisnis
Bagi perusahaan yang sedang melakukan ekspansi, merek merupakan aset yang perlu dikelola secara strategis.
Perlindungan merek membantu perusahaan membangun:
- kepastian dalam pengembangan brand;
- kepercayaan dengan mitra bisnis;
- kesiapan menghadapi pertumbuhan;
- pengurangan risiko hukum di masa depan.
Kasus DIESEL dan Ramayana menjadi pengingat bahwa membangun brand tidak cukup hanya dengan mendaftarkan merek. Perusahaan juga perlu memastikan bahwa merek tersebut memiliki fondasi hukum yang mendukung perjalanan bisnis jangka panjang.
Bangun Brand dengan Fondasi Legal yang Siap Mendukung Ekspansi
Merek yang kuat bukan hanya memiliki nilai pemasaran, tetapi juga membutuhkan perlindungan hukum yang tepat.
Smartlegal.id membantu perusahaan memahami kebutuhan perlindungan merek, melakukan analisis risiko, serta mempersiapkan legal foundation agar bisnis dapat berkembang dengan lebih percaya diri.
Sedang membangun brand atau mempersiapkan ekspansi bisnis? Diskusikan kebutuhan perlindungan merek perusahaan Anda bersama Smartlegal.id.
Author: Nasywa Azzahra
Editor: Dwiki Julio
























