Podcast Kini Masuk KBLI 2025, Hal Apa Saja yang Perlu Diperhatikan oleh Podcaster?
Smartlegal.id -

“Podcast kini masuk KBLI 2025. Ketahui klasifikasi kodenya dalam KBLI dan dampaknya bagi para podcaster.”
Industri podcast terus menunjukkan pertumbuhan pesat, tidak hanya skala global, tetapi juga skala nasional. Berdasarkan laporan dari We Are Social, Indonesia menjadi negara dengan pendengar podcast terbanyak di dunia.
Sebanyak 42,6% pengguna internet berusia di atas 16 tahun di Indonesia tercatat rutin mendengarkan podcast setiap minggu. Angka ini jauh melampaui rata-rata global yang hanya mencapai 22,1%. Data tersebut menegaskan bahwa podcast bukan lagi sekadar tren hiburan, melainkan telah berkembang menjadi model bisnis kreatif dengan potensi ekonomi yang besar.
Perkembangan ini juga ditopang oleh lahirnya berbagai podcast populer lintas genre, baik audio maupun video, seperti Lentera Malam, Podcast Raditya Dika, Close The Door, hingga VINDES. Popularitas tersebut mendorong podcast semakin relevan sebagai kegiatan usaha yang menghasilkan nilai ekonomi secara nyata.
Dalam KBLI 2020, aktivitas podcast belum dijabarkan secara eksplisit sehingga untuk mengakomodasi pertumbuhan industri konten digital dan media kreatif, pemerintah menghadirkan kode spesifik untuk aktivitas podcast dalam KBLI 2025. Pengkodean spesifik ini diperlukan agar aktivitas podcast dapat diakui secara resmi sebagai bagian dari sektor ekonomi.
Lantas, hal apa saja yang harus diperhatikan oleh para podcaster untuk penyesuaian KBLI 2025?
Baca juga: KBLI 2025 Berlaku, BKPM Angkat Suara Terkait Penyesuaian Izin Usaha
Podcast Kini Masuk KBLI 2025
Dalam KBLI 2020, aktivitas podcast belum diatur secara eksplisit dan masih “menumpang” pada kategori umum aktivitas digital atau media. Kondisi ini menimbulkan ketidakpastian hukum, khususnya dalam hal perizinan usaha berbasis risiko.
Menjawab kebutuhan tersebut, pemerintah melalui KBLI 2025 menghadirkan klasifikasi khusus untuk berbagai aktivitas konten digital, termasuk podcast. Pembaruan ini dilakukan agar klasifikasi kegiatan usaha di Indonesia tetap relevan dengan perkembangan ekonomi nasional dan lanskap bisnis global, terutama dalam konteks transformasi digital dan model bisnis kreatif.
KBLI 2025 menambahkan berbagai aktivitas ekonomi baru di sektor konten digital dan media kreatif, mulai dari proses penciptaan, pengemasan, hingga distribusi konten. Aktivitas yang kini diakomodasi secara spesifik antara lain:
- Pembuatan podcast audio
- Pembuatan podcast video
- Streaming audio on demand
- Streaming video on demand
Dengan adanya pengaturan ini, aktivitas podcast kini diakui secara resmi sebagai kegiatan usaha. Konsekuensinya, podcaster yang menjalankan produksi dan distribusi konten, baik audio maupun video, wajib menyesuaikan KBLI usaha mereka agar selaras dengan regulasi terbaru.
Penyesuaian KBLI menjadi krusial karena KBLI digunakan sebagai dasar penentuan tingkat risiko usaha dalam sistem OSS RBA. Ketidaksesuaian KBLI dengan kegiatan usaha berpotensi menimbulkan sanksi administratif, pembekuan izin, hingga pencabutan izin usaha.
Baca juga: KBLI 2025 Berlaku, Ini Aktivitas Ekonomi Baru dan Tenggat Waktu Penyesuaiannya
Klasifikasi Usaha Podcast dalam KBLI 2025
Dalam KBLI 2025, aktivitas podcast merupakan bagian dari kategori J yang berisi penerbitan, penyiaran, serta produksi dan distribusi konten. Kategori J dalam KBLI 2025, mengakomodir 3 jenis golongan pokok, yakni golongan pokok 58, 59, dan 60.
Berdasarkan lampiran Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2025 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (Peraturan BPS 7/2025) tiap golongan pokok memiliki sifat dasar aktivitas ekonomi yang berbeda-beda, yaitu:
- Golongan pokok 58: Golongan pokok ini mencakup kegiatan penerbitan buku, surat kabar, terbitan berkala, dan perangkat lunak.
- Golongan pokok 59: Golongan pokok ini mencakup kegiatan produksi film, video, program televisi, serta perekaman suara dan kegiatan penerbitan musik.
- Golongan pokok 60: Golongan pokok ini mencakup penyiaran, produksi, serta distribusi program radio dan televisi. Selain itu, kegiatan dalam golongan pokok ini juga mencakup pengoperasian platform streaming, unduhan, dan distribusi konten yang tidak terkait dengan penerbitan konten tersebut, pengoperasian situs blog dan wiki, situs jejaring sosial, serta pengoperasian situs permainan daring atau video gim.
Adapun untuk aktivitas pembuatan video podcast diklasifikasikan dalam subgolongan KBLI 5911 yang memuat aktivitas produksi film, video, dan program televisi. Untuk aktivitas pembuatan audio podcast diklasifikasikan dalam subgolongan KBLI yang berbeda, yaitu KBLI 5920 yang mencakup perekaman suara dan penerbitan musik.
Aktivitas streaming audio atau video on demand juga memiliki kategori sendiri. Keduanya tercakup dalam golongan pokok 60 yang juga mencakup aktivitas penyiaran podcast secara langsung. Untuk streaming audio on demand termasuk dalam subgolongan 6010, sedangkan streaming video on demand tercakup dalam subgolongan 6020.
Pengklasifikasian rinci pada aktivitas konten digital ini, membuat para podcaster harus menyesuaikan kembali KBLI yang sesuai dengan kegiatan usahanya di OSS. Penyesuaian ini harus dilakukan secara cermat untuk menghindari risiko pemilihan KBLI yang salah sehingga dapat menghambat legalitas dan operasional usaha.
Baca juga: Jangan Salah Pilih! Ini Cara Menentukan KBLI Usaha yang Tepat untuk Kegiatan Usaha
Langkah Strategis Bagi Podcaster Pada Pembaruan KBLI 2025
Pembaruan KBLI 2025 memberikan perubahan yang signifikan bagi aktivitas podcast. Aktivitas podcast kini tidak lagi masuk dalam kategori umum aktivitas digital, melainkan terklasifikasi secara spesifik dalam subgolongan KBLI.
Oleh karenanya, podcaster harus segera melakukan penyesuaian dan migrasi kode KBLI agar kegiatan produksi, penyiaran, hingga distribusi konten dapat berjalan secara legal.
1. Identifikasi KBLI yang Sesuai dengan Kegiatan Usaha
Identifikasi KBLI yang sesuai dengan kegiatan usaha diperlukan untuk memastikan ketepatan legalitas perizinan berbasis risiko sesuai dengan operasional usaha yang sebenarnya. Salah dalam mengidentifikasi KBLI usaha akan menghambat operasional usaha hingga pencabutan izin usaha akibat ketidaksesuaian data di OSS.
Podcaster harus mengidentifikasi KBLI yang tepat untuk kegiatan usahanya, misalnya aktivitas perekaman suara, penerbitan musik/konten audio, aktivitas hiburan kreatif lainnya.
2. Perbarui NIB dan Perizinan Usaha
Pembaruan KBLI 2025 terkait aktivitas podcast akan turut memengaruhi NIB (Nomor Induk Berusaha) dan perizinan usaha. Hal ini dikarenakan perubahan KBLI akan mengubah struktur, klasifikasi, dan tingkat risiko usaha pada sistem OSS, sehingga pelaku usaha wajib menyesuaikan kode KBLI dengan aktivitas ekonomi terbaru. Ketidaksesuaian dapat menghambat operasional, perizinan lanjutan, dan sanksi administratif.
3. Lakukan Penyesuaian KBLI di Sistem OSS
Pembaruan KBLI akan berdampak pada perubahan kode, klasifikasi, serta tingkat risiko usaha. Pembaruan KBLI juga turut mengubah pemetaan risiko usaha (rendah, menengah, tinggi), sehingga memengaruhi izin usaha dan standar teknis di OSS RBA.
Penyesuaian KBLI pada sistem OSS penting untuk memvalidasi ulang NIB, memastikan izin operasional tetap sah, menghindari sanksi administratif, dan mematuhi peraturan klasifikasi usaha yang berlaku.
Agar pembaruan KBLI podcast dapat berjalan secara aman tanpa hambatan, pelaku usaha bisa menggunakan bantuan konsultan hukum. Menggunakan jasa konsultan hukum untuk pembaruan KBLI usaha merupakan langkah strategis untuk memastikan legalitas bisnis tetap sesuai dengan regulasi terbaru, menghindari sanksi, dan mencegah risiko operasional.
Gunakan jasa konsultan hukum yang profesional dan berpengalaman dalam mengurus pembaruan KBLI dan perizinan usaha. Konsultasikan kebutuhan bisnis Anda dengan smartlegal.id sekarang juga!
Author: Nasywa Azzahra
Editor: Genies Wisnu Pradana
Referensi:
https://kliklegal.com/podcaster-kini-kodemu-telah-lahir-dalam-kbli-2025/
https://money.kompas.com/read/2025/12/19/184152426/bps-podcast-game-hingga-streaming-resmi-masuk-klasifikasi-usaha
https://goodstats.id/article/indonesia-jadi-negara-dengan-pendengar-podcast-terbanyak-2025-2SHc7#google_vignette
https://litaparomitasiregar.id/kbli-2025-resmi-terbit-apa-yang-berubah-dan-apa-dampaknya-bagi-pelaku-usaha/

























