Lebih Untung Buka Cabang Baru atau Franchise Profit? Ini Hal yang Bisa Dipertimbangkan

Smartlegal.id -
Lebih Untung Buka Cabang Baru atau Franchise Profit
Picture generates with AI

“Masih bingung lebih untung buka cabang baru atau franchise profit? Beberapa hal ini bisa dijadikan bahan pertimbangan sebelum menentukan strategi bisnis yang sesuai untuk bisnis Anda.”

Dalam perkembangan bisnis, ekspansi dibutuhkan ketika permintaan meningkat dan brand mulai dikenal khalayak luas. Pada tahap ini, pemilik bisnis seringkali dilema antara membuka cabang baru yang dikelola sendiri atau memperluas bisnis melalui sistem franchise

Membuka cabang baru maupun franchise memiliki potensi keuntungan dan tantangannya masing-masing. Oleh karena itu, penting bagi para pelaku usaha untuk memilih strategi bisnis yang tepat dalam melakukan ekspansi usahanya. 

Menentukan strategi bisnis yang tepat dalam melakukan ekspansi bisnis menjadi penting untuk meningkatkan pangsa pasar, keuntungan, serta daya saing dengan menjangkau para pelanggan baru. Dengan pertimbangan yang tepat, ekspansi dapat menjadi langkah besar menuju pertumbuhan profit bisnis yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Baca juga: Pembukaan Cabang Baru Perusahaan, Ini Legalitas Yang Wajib Diurus!

Perbedaan Cabang Baru vs Franchise untuk Menentukan Lebih Untung Buka Cabang Baru atau Franchise Profit?

Cabang baru merupakan salah satu strategi ekspansi bisnis yang dimiliki serta dikendalikan langsung oleh perusahaan induk. Perusahaan induk akan mengelola secara langsung terkait manajemen dan operasional cabang. 

Pendirian cabang baru tidak memerlukan izin usaha baru karena legalitasnya mengikuti perusahaan induk, namun untuk beberapa izin seperti Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), Persetujuan Lingkungan tetap wajib diurus dan data cabang baru tetap harus dilaporkan ke dalam sistem OSS-RBA. 

Berdasarkan Pasal 280 ayat 2 BKPM Nomor 5 Tahun 2025 tentang Pedoman dan Tata Cara Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Fasilitas Penanaman Modal Melalui Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik (Online Single Submission) (Peraturan BKPM 5/2025), pelaku usaha mendaftarkan cabang administrasi melalui sistem OSS harus melengkapi data:

  1. Alamat kantor cabang administrasi
  2. NPWP
  3. Penanggung jawab kantor cabang administrasi
  4. Perjanjian sewa-menyewa antara kantor cabang administrasi dengan pengelola atau pemilik gedung perkantoran yang masih berlaku dan sah secara hukum.

Adapun franchise atau waralaba menurut Pasal 1 Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2024 tentang Waralaba (PP 35/2024) adalah hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan kriteria yang telah ditetapkan dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan Perjanjian Waralaba.

Berbeda dengan membuka cabang baru, franchise memerlukan izin usaha baru, khususnya bagi waralaba dari luar negeri. 

Menurut Pasal 278 BKPM 5/2025, pemberi waralaba yang berasal dari luar negeri wajib memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha) dan surat tanda pendaftaran waralaba sebagai Perizinan Berusaha untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PB UMKU).

Baca juga: Cara Membuka Bisnis Franchise Sendiri dari Nol, Ini Syarat, Prosedur dan Legalitasnya

Model Bisnis Manakah yang Lebih Untung, Buka Cabang Baru atau Franchise Profit?

Membuka cabang baru maupun franchise memiliki potensi keuntungan dan resikonya masing-masing. Pada cabang baru, manajemen pusat atau perusahaan induk akan memiliki kontrol penuh terhadap standar serta kualitas di cabang baru. Adapun pada franchise pemilik bisnis harus membayar hak penggunaan merek dan sistem dari franchisor.

Franchisor merupakan orang perseorangan atau badan usaha yang memberikan hak untuk memanfaatkan dan/atau menggunakan franchise (waralaba) yang dimilikinya kepada franchisee (PP 35/2024). Dengan membayar lisensi ini, pelaku usaha dapat menggunakan merek, produk, hingga model operasional bisnis franchisor

Untuk risiko dari pembukaan cabang baru akan ditanggung oleh perusahaan induk. Adapun pada franchise, risiko yang terjadi akan dibagi antara franchisor dan franchisee. Franchisor akan bertanggung jawab atas kepatuhan sistem serta dukungan, sedangkan franchisee akan bertanggung jawab terhadap risiko operasional dan finansial.

Baca juga: 7 Persiapan Sebelum Membuka Cabang Baru yang Wajib Diketahui Setiap Pengusaha

Bagaimana Cara Menentukan Lebih Untung Buka Cabang Baru atau Franchise Profit?

Sebelum memutuskan untuk membuka cabang baru atau franchise, ada hal yang harus dipertimbangkan:

1. Kesiapan Modal

Membuka cabang baru maupun franchise memerlukan kesiapan modal yang matang. Modal yang diperlukan untuk membuka cabang baru umumnya lebih besar dibandingkan franchise.  

2. Kapasitas Manajemen

Sebelum membuka cabang baru evaluasi kembali kemampuan dalam mengontrol operasional di cabang baru. Selain itu, ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten juga penting dalam melakukan ekspansi usaha. Untuk franchise, penting untuk memperhatikan kesiapan sistem operasional serta Standar Operasional Prosedur (SOP) sebelum melakukan ekspansi.

3. Perhitungan Proyeksi Keuntungan

Perhitungan proyeksi keuntungan salah satu langkah yang harus dilakukan sebelum memutuskan ekspansi bisnis. Dengan melakukan perhitungan proyeksi keuntungan, pelaku usaha dapat mempertimbangkan estimasi profit bila membuka cabang sendiri atau potensi pendapatan dari biaya franchise.

4. Pertimbangkan Risiko

Penting untuk mempertimbangkan risiko yang mungkin terjadi sebelum memutuskan akan menggunakan model ekspansi bisnis tertentu. Risiko pada ekspansi bisnis dengan cara membuka cabang baru dapat berpotensi lebih tinggi karena semua biaya awal dari pembentukan hingga operasional akan ditanggung usaha induk. 

Namun, franchise juga berisiko pada hilangnya kontrol operasional serta kerusakan reputasi merek jika franchisee tidak menjalankan operasionalnya sesuai dengan SOP yang berlaku.

5. Ketahui Kekuatan Brand dan Reputasi Bisnis

Kekuatan brand dan reputasi bisnis merupakan salah satu faktor terpenting untuk menentukan model ekspansi bisnis mana yang lebih cocok. Pemilik usaha harus mengetahui sejauh mana brand mereka sudah dikenal dan dipercaya oleh pasar.

Brand yang sudah memiliki reputasi yang baik di pasar cenderung akan lebih mudah memperluas jangkauan bisnis melalui sistem franchise. Sebaliknya, jika brand masih berkembang, membuka cabang baru bisa menjadi langkah yang tepat untuk membangun reputasi brand dengan cara menjaga konsistensi kualitas.

6. Riset Lokasi dan Pasar Potensial

Riset lokasi dan pasar potensial harus dilakukan sebelum menentukan model ekspansi bisnis yang akan dilakukan. Pemilik bisnis perlu menilai apakah lokasi bisnis memiliki karakteristik pelanggan yang sesuai dengan produk atau layanan yang ditawarkan.

Selain itu, memahami apakah suatu area lebih efektif dikelola sendiri atau diberikan kepada franchisee lokal dapat dijadikan bahan pertimbangan. Melakukan analisis kompetitor di sekitar lokasi dan daya beli masyarakat setempat dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang potensi ekspansi di lokasi tersebut.

7. Tentukan Tujuan Jangka Panjang Bisnis

Menentukan tujuan jangka panjang diperlukan sebelum memutuskan untuk membuka cabang baru atau mengembangkan franchise. Jika tujuan jangka panjang bisnis adalah untuk perluasan jaringan usaha dalam waktu singkat, model franchise lebih sesuai karena modal berasal dari pihak lain.

Namun, jika pemilik bisnis ingin mempertahankan kualitas usaha melalui kontrol penuh terhadap operasional dan arah perkembangan bisnis, membuka cabang baru bisa menjadi pilihan yang tepat. Dengan memahami tujuan jangka panjang bisnis, pemilik usaha dapat menentukan strategi yang paling sesuai untuk perkembangan bisnisnya.

8. Konsultasikan dengan Ahli

Berkonsultasi dengan ahli bisnis dapat memberikan sudut pandang yang lebih objektif sebelum memutuskan untuk membuka cabang baru atau franchise. Ahli bisnis dapat membantu mengidentifikasi potensi risiko, menghitung proyeksi keuntungan lebih realistis hingga membantu menilai kesiapan brand.

Baik cabang baru maupun franchise menawarkan potensi pertumbuhan bisnis yang menarik. Dengan menimbang kebutuhan bisnis dan kemampuan yang dimiliki, Anda bisa memilih langkah yang paling mendukung perkembangan usaha secara optimal.

Jika Anda masih ragu menentukan strategi ekspansi yang paling menguntungkan, Anda bisa berkonsultasi dengan tim Smartlegal.id untuk membantu menganalisis kebutuhan bisnis Anda! 

Author: Nasywa Azzahra

Editor : Genies Wisnu Pradana

Referensi:
https://www.ruangkerja.id/blog/franchise-pengertian-kelebihan-kekurangannya 
https://superlive.id/superadventure/artikel/news/perbedaan-buka-cabang-secara-mandiri-dan-franchise-lebih-untung-mana-ya

Seberapa membantu artikel ini menurut Anda?

TERBARU

PALING POPULER

KATEGORI ARTIKEL

PENDIRIAN BADAN USAHA

PENDAFTARAN MERK

LEGAL STORY