Cara Mendapatkan Sertifikat TKDN Bagi Usaha Cat, Mulai Registrasi hingga Verifikasi
Smartlegal.id -

“Cara mendapatkan Sertifikat TKDN bagi usaha cat kini semakin mudah. Pelajari langkah lengkap mulai dari registrasi SIINas hingga penerbitan sertifikat untuk meningkatkan peluang bisnis Anda.”
Mendapatkan Sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) merupakan langkah penting bagi pelaku usaha cat yang ingin memperluas jangkauan pasar, terutama dalam sektor pengadaan pemerintah dan BUMN.
Sertifikasi ini memberikan nilai tambah bagi perusahaan karena menjadi bukti bahwa produk yang dihasilkan telah memenuhi standar penggunaan komponen dalam negeri sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain meningkatkan kredibilitas, kepemilikan Sertifikat TKDN juga membuka peluang untuk memperoleh insentif usaha, termasuk potongan pajak dan prioritas dalam tender berbasis P3DN (Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri).
Penerapan kewajiban TKDN telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Industri, yang telah diperbarui melalui Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2023 (PP 46/2023).
Regulasi ini menegaskan bahwa produk yang mengikuti proyek pemerintah, baik melalui APBN maupun APBD, wajib memenuhi ketentuan nilai TKDN.
Batas minimal nilai komponen dalam negeri untuk produk cat ditetapkan sebesar 25%, dengan syarat tambahan Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) minimal 40%.
Di tengah meningkatnya persaingan industri cat nasional, sertifikasi TKDN menjadi faktor penentu agar produk lebih diterima dalam rantai suplai industri domestik, proyek strategis nasional, maupun pasar yang lebih luas.
Sertifikat ini mengukur persentase kontribusi lokal dalam proses produksi cat, mulai dari bahan baku dan tenaga kerja hingga fasilitas dan proses manufaktur.
Baca Juga: Cara Mengurus Perizinan Usaha Industri Cat dan Tinta Cetak (Panduan Lengkap)
Mengapa Usaha Cat Perlu Memiliki Sertifikat TKDN?
Sertifikat TKDN bukan sekadar sertifikasi administratif, namun menjadi nilai jual sekaligus bukti komitmen penggunaan komponen lokal. Manfaat yang dapat diperoleh antara lain:
- Memenuhi persyaratan tender di instansi pemerintah dan BUMN.
- Meningkatkan daya saing dibandingkan produk impor.
- Mendukung kemandirian industri nasional sesuai kebijakan pemerintah.
- Memperoleh akses program fasilitasi pembiayaan sertifikasi TKDN, terutama bagi industri kecil.
- Memperkuat branding dan kredibilitas perusahaan di pasar industri.
Dengan demikian, sertifikat TKDN dapat berperan sebagai strategi bisnis jangka panjang, bukan hanya memenuhi persyaratan teknis.
Baca Juga: iPhone 16 Rilis: Sanksi, TKDN, dan Investasi yang Dipertaruhkan
Dokumen yang Perlu Disiapkan
Sebelum mulai mengajukan sertifikasi, usaha cat harus menyiapkan beberapa dokumen pendukung. Dokumen yang umumnya dipersyaratkan meliputi:
- Legalitas usaha seperti akta pendirian dan NIB dengan KBLI industri.
- Struktur organisasi produksi.
- Daftar bahan baku, termasuk data pemasok dan asal negara.
- Daftar dan spesifikasi alat kerja atau mesin produksi.
- Gambar teknis atau desain alur kerja produksi.
- Laporan hasil produksi minimal satu tahun terakhir.
- Data tenaga kerja (jumlah, struktur jabatan, kewarganegaraan).
- Denah lengkap area produksi.
- Data proses produksi cat (formula dan tahapan kerja).
- SOP atau flowchart proses pembuatan cat.
- Brosur atau katalog produk yang akan disertifikasi.
- Sertifikat ISO 9001.
Dokumen tersebut akan digunakan untuk melakukan penilaian dan pembuktian nilai komponen lokal pada produk cat yang diajukan.
Cara Mendapatkan Sertifikat TKDN bagi Usaha Cat
Proses pengurusan sertifikat TKDN dilakukan secara bertahap melalui platform resmi pemerintah. Berikut urutan prosesnya:
1. Registrasi Perusahaan di SIINas
Langkah pertama adalah membuat akun melalui portal Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas). Pada tahap ini, perusahaan harus memastikan data legalitas usaha sesuai dengan NIB dan KBLI industri yang tercantum. Proses registrasi ini memastikan bahwa perusahaan tercatat sebagai pelaku industri resmi.
2. Mengakses Menu Sertifikasi TKDN
Setelah akun diverifikasi, masuk ke menu layanan (e-services) dan pilih opsi sertifikasi TKDN sesuai kategori, baik industri umum maupun industri kecil.
Pemilihan kategori harus sesuai skala usaha dan jenis produk.
3. Mengunggah Dokumen Persyaratan
Semua dokumen pendukung yang telah disiapkan diunggah ke sistem. Kelengkapan dokumen menjadi kunci agar pengajuan dapat diproses tanpa revisi tambahan.
4. Memilih Lembaga Verifikasi Independen (LVI)
Pelaku usaha perlu memilih Lembaga Verifikasi Independen yang ditunjuk kementerian. Kementerian Perindustrian menunjuk beberapa LVI resmi, seperti:
- PT Surveyor Indonesia
- PT Sucofindo
- Biro Klasifikasi Indonesia (BKI)
- PT Anindya Wiraputra Konsult
- BSKJI Kemenperin
Lembaga ini akan mendampingi penghitungan dan kemudian melakukan audit lapangan.
5. Melakukan Perhitungan Mandiri TKDN
Perusahaan akan melakukan self-assessment dengan bimbingan LVI untuk menentukan persentase kandungan lokal dari produk cat yang diajukan. Perusahaan menghitung nilai TKDN berdasarkan:
- Persentase bahan baku lokal vs impor
- Tenaga kerja (lokal dan non-lokal)
- Biaya overhead dan fasilitas produksi
- Proses manufaktur yang dilakukan di dalam negeri
Hasil perhitungan ini akan menjadi dasar audit verifikasi.
Baca Juga: Belajar Dari Kasus Iphone 16, Pentingnya Sertifikat TKDN Bagi Bisnis
6. Kunjungan Verifikasi Lapangan
Tahap ini merupakan proses pengecekan faktual terhadap dokumen dan proses produksi yang berlangsung. Tim verifikasi akan datang ke lokasi produksi untuk:
- Mengecek kesesuaian dokumen dan kondisi nyata.
- Memastikan alat, bahan, tenaga kerja, dan alur produksi sesuai data upload.
- Menilai penggunaan komponen lokal secara faktual.
LVI akan mengevaluasi apakah data sesuai kondisi nyata. Jika ditemukan ketidaksesuaian, perusahaan akan diminta melakukan revisi.
7. Evaluasi Akhir dan Penerbitan Sertifikat
Apabila seluruh tahapan dinyatakan sesuai, laporan hasil verifikasi akan direview oleh Pusat P3DN Kementerian Perindustrian. Setelah disetujui, sertifikat TKDN diterbitkan dan dapat digunakan untuk keperluan bisnis.
Mengurus sertifikat TKDN untuk produk cat memerlukan persiapan dokumen yang lengkap serta mengikuti prosedur resmi mulai dari registrasi di SIINas hingga verifikasi lapangan oleh lembaga independen. Dengan sertifikat TKDN, usaha cat memiliki peluang lebih besar untuk masuk dalam pasar pengadaan pemerintah, BUMN, maupun industri strategis nasional.
Butuh Bantuan Pendampingan Sertifikasi TKDN untuk Produk Cat? Smartlegal.id siap membantu Anda mulai dari pengumpulan dokumen, perhitungan TKDN, hingga proses audit dan penerbitan sertifikat.
Konsultasikan bersama Smartlegal.id sekarang dan cek kesiapan produk cat Anda untuk sertifikasi TKDN.
Author : Kunthi Mawar Pratiwi
Editor : Genies Wisnu Pradana
Referensi:
https://prolegal.id/pentingnya-sertifikat-tkdn-apa-saja-yang-perlu-diketahui/
https://indonesia.go.id/kategori/kependudukan/7599/cara-mengurus-sertifikat-tkdn?lang=1

























