Mau Daftarkan Merek? Pahami Dulu Kelas Merek Biar Gak Ditolak DJKI!

Smartlegal.id -

BAGIKAN:

Kelas Merek

Selain Kelas Merek, anda juga harus memilih Sub-Kelas Merek saat mendaftarkan merek.

Sebelum mendaftarkan merek, Anda harus tahu mengenai kelas dan uraian jenis (Sub-Kelas) barang dan/atau jasa. Menurut Pasal  4 ayat (2) huruf f Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis (UU Merek), salah satu hal yang wajib dicantumkan pada permohonan pendaftaran merek (formulir) adalah Kelas Merek dan Sub-Kelas Merek. Bahkan, Pasal 12 UU Merek menyatakan bahwa pemohon yang tidak memenuhi persyaratan formalitas sampai jangka waktu tertentu, permohonannya akan dianggap ditarik kembali.

Emang Apa Itu Kelas Merek?

Kelas Merek adalah pengelompokkan atas suatu bidang usaha yang dijalankan oleh merek yang bersangkutan. Kelas Merek berasal dari sistem klasifikasi merek yang diatur oleh Nice Classification, Sebagaimana diatur dalam Pasal 14 ayat (4) Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 67 Tahun 2016 tentang Pendaftaran Merek (Permenkumham Merek)

DI Indonesia, Kelas Merek diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1993 Tentang Kelas Barang Atau Jasa Bagi Pendaftaran Merek (PP Kelas Merek) dan Nice Classification edisi 11 tahun 2018, terdapat 45 kelas merek yang secara umum terbagi atas Kelas Barang dan Kelas Jasa.

Kelas Barang Dan Jasa

Kelas Barang adalah Kelas Merek untuk bisnis yang menjual suatu produk berupa bahan mentah, bahan tidak dikerjakan dan setengah dikerjakan, dan bahan jadi. Kelas Jasa adalah Kelas Merek yang diperuntukkan bagi bisnis yang menawarkan jasa atau layanan, berupa kegiatan tertentu yang nantinya akan dilakukan. Pembagian Kelas Barang dan Kelas Jasa di Indonesia adalah sebagai berikut:

  1. Kelas Barang: Kelas 1 – Kelas 34 (34 kelas)
  2. Kelas Jasa: Kelas 35 – Kelas 45 (11 kelas)

Untuk Kelas Barang, dapat dirinci lagi yaitu:

  1. Kelas 1 – 5: Kelas industri kimiawi dan industri terkait;
  2. Kelas 6 – 14: Bahan mentah berbentuk logam dan produksi terkait;
  3. Kelas 15 – 21: Kelas barang hasil teknologi;
  4. Kelas 22 – 27: Kelas tekstil;
  5. Kelas 28: Mainan anak, produk olahraga, dan permainan dewasa; dan
  6. Kelas 29 – 34: Kelas untuk makanan, minuman, dan produk tembakau.

Untuk Kelas Jasa, dapat dirinci lagi yaitu:

  1. Kelas 35 : Periklanan, manajemen dan administrasi usaha, dan fungsi kantor
  2. Kelas 36 : Asuransi, urusan keuangan, dan urusan real estate
  3. Kelas 37 : Konstruksi bangunan, perbaikan, dan jasa instalasi
  4. Kelas 38 : Telekomunikasi
  5. Kelas 39 : Transportasi dan Perjalanan
  6. Kelas 40 : Penanganan Material
  7. Kelas 41 : Pendidikan, Hiburan, dan Olahraga dan Kesenian
  8. Kelas 42 : Penelitian dan Teknologi
  9. Kelas 43 : Makanan dan Minuman
  10. Kelas 44 : Medis
  11. Kelas 45 : Hukum dan Keamanan

Setiap kelas kemudian terbagi lagi menjadi beberapa Sub-Kelas. Untuk dapat mengetahui secara lengkap pembagian kelas barang dan kelas jasa beserta Sub-Kelasnya, Anda dapat mengunjungi website Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) di http://skm.dgip.go.id/.

Baca juga: Jangan Salah Pilih Klasifikasi Pendaftaran Merek Agar Tidak Ditolak DJKI

Apa Itu Sub Kelas Merek

Kelas Merek terbagi-bagi lagi menjadi Sub-Kelas Merek. Dari 45 Kelas Merek yang ada, kemudian dijabarkan lagi ke dalam beberapa nama barang dan/atau jasa. Sehingga dalam satu Kelas Merek, terdapat uraian lebih rinci atas barang dan/atau jasa. Berikut merupakan contoh pemilihan Kelas dan Sub-Kelas Merek:

  1. Tempat Makan
    Untuk restoran, dapat memilih kelas Kelas 43 (Restoran; Jasa penyediaan makanan dan minuman; catering; dan kantin). Untuk kafe, dapat memilih Kelas 43 (kedai yang menyediakan makanan dan minuman), dan Kelas 30 (kopi, minuman kopi, teh, minuman teh; es krim, milkshakes, gula, permen, coklat).
  2. Alat Kecantikan
    Untuk bisnis kosmetik, dapat memilih Kelas 3 (kosmetik dekoratif;cat kuku dan penghapus cat kuku; dan gincu pemerah bibir). Untuk bisnis sabun muka dan sejenisnya, dapat memilih Kelas 3 (masker kecantikan; pembersih wajah; dan perawatan kulit).
  3. Fashion
    Untuk bisnis tas, dapat memilih Kelas 18 (segala macam tas). Bisnis pakaian, dapat memilih Kelas 35 (toko pakaian). Untuk bisnis alas kaki, dapat memilih Kelas 25 (segala macam alas kaki). 
  4. Perangkat Lunak
    Untuk berbagai bisnis tentang perangkat lunak, dapat memilih Kelas Merek pada Kelas 9 (perangkat lunak komputer; aplikasi untuk perangkat seluler; perangkat yang mendukung Internet of Things; perangkat robotika; dan perangkat lunak hiburan interaktif).
  5. Toko
    Bisnis yang melakukan usaha di toko, dapat memilih Kelas 35 (berbagai macam toko grosir; berbagai macam toko ritel; dan toko online).
  6. Makanan
    Bisnis makanan berupa frozen food, dapat memilih Kelas 2930 (Berbagai macam makanan beku). Untuk makanan berbahan dasar daging, susu, buah, dan sayur dapat memilih Kelas 29

Baca juga: Karena 6 Alasan ini, Pendaftaran Merek Anda Bisa Ditolak

Saran Pemilihan Kelas Merek

Sebelum mengisi kolom Kelas Merek pada permohonan pendaftaran merek, terlebih dahulu Anda harus menentukan Kelas Merek apa yang sesuai dengan bisnis Anda. Banyaknya kelas tentu akan menyulitkan, namun berikut cara menentukan dan memilih Kelas Merek Anda:

1)   Tentukan Bidang Usaha/Bisnis

Sebagaimana dijelaskan di awal, Kelas Merek terbagi menjadi Kelas Barang dan kelas Jasa. Sehingga, Anda harus menentukan terlebih dahulu bisnis Anda menghasilkan barang atau memberikan jasa.

2)   Pahami Model Bisnis yang Dijalankan

Hal ini karena untuk suatu merek, dapat didaftarkan di lebih dari 1 (satu) Kelas Merek. Bisa saja dalam merek yang Anda daftarkan, terdapat beberapa model bisnis yang dijalankan. Misalnya seperti bisnis kopi, bisa dimasukkan pada kelas 35 (penjualan di booth) dan kelas 43 (penjualan berbentuk kafe).

3)   Tentukan Kata Kunci Bisnis Anda

Dengan menentukan kata kunci pada bisnis, Anda dapat mengetahui kelas apa saja yang dapat dimasukkan untuk bisnis Anda. Hal ini karena website http://skm.dgip.go.id/ menyediakan alat pencarian kelas berdasarkan kata yang Anda masukkan. Contohnya jika kata kunci bisnis Anda adalah ‘boba’, maka akan terlihat bahwa ‘boba’ terdapat dalam kelas 29, 30, 32, 35, dan 43 beserta Sub-Kelasnya.

Perlu diingat, bahwa Anda harus mendaftarkan merek hanya di Sub-Kelas Merek yang sesuai dengan bisnis yang dijalankan. Jika tidak, Sub-Kelas Merek tersebut dapat dicoret oleh DJKI dalam permohonan pendaftaran (Pasal 15 Permenkumham 67/2016)

Baca juga: 4 Keuntungan Ini, Bikin Kamu Harus Banget Daftarkan Merek!

Pengaruh Kelas Merek Terhadap Biaya Pendaftaran Merek

Dalam satu permohonan pendaftaran merek, dimungkinkan untuk mendaftar di lebih dari 1 (satu) Kelas Merek. Namun, hal ini akan mempengaruhi terhadap besaran biaya merek. Pasal 4 ayat (5) UU Merek berbunyi “Biaya Permohonan pendaftaran Merek ditentukan per kelas barang dan/atau jasa.” 

Dari pasal tersebut, dapat disimpulkan bahwa semakin banyak kelas merek yang Anda daftarkan, semakin besar pula biaya pendaftarannya.  

Perhatikan dan pilih dengan tepat Kelas dan Sub-Kelas Merek Anda, karena merek Anda akan dilindungi sesuai dengan Kelas dan Sub-Kelas yang didaftarkan.

Jangan sampai Anda salah memilih kelas merek bisnis Anda ya. Masih bingung dengan pendaftaran kelas merek bisnis Anda? Serahkan saja kepada kami! Kami dapat memberikan kemudahan pendaftaran merek bisnis Anda. Jadi hubungi Smartlegal.id melalui tombol di bawah ini sekarang juga!

Author: Farhan Izzatul Ulya/M. A. Mukhlishin

PENDIRIAN BADAN USAHA

4 Tips Bagi Pengusaha Untuk Survive
4 Tips Bagi Pengusaha Untuk Survive Saat Pandemi Virus Corona
Hati-Hati! Pelaku Usaha Budidaya Ikan Tanpa Izin Usaha Dapat Dijerat Pidana
Hati-Hati! Pelaku Usaha Budidaya Ikan Tanpa Izin Usaha Dapat Dijerat Pidana
Kenali Prosedur dan Persyaratan Mendapatkan IUMK bagi UMKM
Kenali Prosedur dan Persyaratan Mendapatkan IUMK Bagi UMK
6 Kesalahan Umum yang Harus Dijauhi Jika Ingin Mendirikan PT PMA
6 Kesalahan Umum yang Harus Dijauhi Jika Ingin Mendirikan PT PMA
Platform Asing (PMSE) yang Mendapatkan Keuntungan di Indonesia Tetap Dipungut Pajak Lho
Platform Asing (PMSE) yang Mendapatkan Keuntungan di Indonesia Tetap Dipungut Pajak Lho

PENDAFTARAN MERK

Ingin Mendaftarkan Merek Internasional Perhatikan Hal Ini
Ingin Mendaftarkan Merek Internasional? Perhatikan Hal Ini
unilever
2 Alasan Kenapa Unilever Kalah Gugatan Sengketa Merek Dari Orang Tua
3 Langkah Hukum Yang Bisa Dilakukan Jika Merek Anda Digunakan Orang Lain Tanpa Izin
Langkah Hukum Yang Bisa Dilakukan Jika Merek Anda Digunakan Orang Lain Tanpa Izin
Sengketa Merek Superman
Sengketa Merek: Superman DC Akhirnya Menang Melawan Superman Wafer
Mending Daftar Merek Atas Nama Pribadi atau PT
Mending Daftar Merek Atas Nama Pribadi atau PT Ya?

LEGAL STORY

oyo
Ramai OYO bikin rugi: Salah Satunya Soal Perjanjian Kerjasama Dengan Mitra
legalitas bisnis ms glow
Kisah Sukses MS Glow, Rela Jual Aset 1 M Penuhi Kebutuhan dan Legalitas Bisnis
HATI-HATI! Produsen dan Penjual Kosmetik Tanpa Izin Edar Bisa Dipenjara
HATI-HATI! Produsen dan Penjual Kosmetik Tanpa Izin Edar Bisa Dipenjara
Legal Story Hitung Pajak Negara Tapi Lupa Pajak Daerah
Legal Story: Hitung Pajak Negara Tapi Lupa Pajak Daerah
Reseller Kosmetik
Kisah Reseller Produk Kosmetik Mencari Untung Malah Buntung

VIDEO ARTIKEL