Terkena Dampak Pandemi, Industri Padat Karya Boleh Menyesuaikan Upah Pekerja

Smartlegal.id -

BAGIKAN:

Upah Pekerja

“Industri padat karya tertentu dan memenuhi kriteria yang dapat melakukan penyesuaian upah pekerja/buruh”

Tidak bisa dipungkiri selama masa pandemi COVID-19 berdampak sangat fatal bagi setiap orang. Termasuk juga para pengusaha yang mengalami penurunan pendapatan akibat tidak dapat menjalankan kegiatan operasional usahanya. 

Bahkan tidak sedikit perusahaan yang terpaksa harus melakukan penyesuaian upah dengan para pekerja/buruh nya. Hal itu dilakukan agar perusahaan dapat bertahan melewati masa pandemi saat ini. 

Baca juga: Ingin Menggaji Di Bawah Upah Minimum? Baca Persyaratannya Dulu Ya!

Nah berkaitan dengan penyesuaian upah, baru-baru ini Menteri Ketenagakerjaan mengeluarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 2 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pengupahan Pada Industri Padat Karya Tertentu Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) (Permenaker 2/2021).

Melalui peraturan tersebut membolehkan perusahan industri padat karya tertentu melakukan penyesuaian upah selama pandemi Covid-19. Peraturan itu hanya berlaku pada industri padat karya tertentu. 

Adapun kriteria industri padat karya tertentu yang dapat melakukan penyesuaian upah sebagai berikut (Pasal 3 ayat (1) Permenaker 2/2021):

  • Pekerja/buruh paling sedikit 200 orang;
  • Persentase biaya tenaga kerja dalam biaya produksi paling sedikit sebesar 15%.

Kemudian industri padat karya tertentu yang dapat menyesuaikan upah, yaitu (Pasal 3 ayat (2) Permenaker 2/2021):

  • Industri makanan, minuman, dan tembakau;
  • Industri tekstil dan pakaian jadi;
  • Industri kulit dan barang kulit;
  • Industri alas kaki;
  • Industri mainan anak; dan 
  • Industri furniture. 

Kebijakan mengenai pelaksanaan pengupahan tersebut dilakukan dengan memperhatikan kondisi ekonomi nasional dan produktivitas, serta untuk mewujudkan pelindungan pekerja/buruh dan kelangsungan usaha.

Selanjutnya, dalam Pasal 4 ayat (2) Permenaker 2/2021 memberikan ruang lingkup pelaksanaan  pengupahan pada industri padat karya tertentu tersebut yang meliputi:

  1. Perusahaan yang terdampak pandemi;
  2. Penyesuaian besaran dan cara pembayaran upah; dan
  3. Mekanisme kesepakatan.

Baca juga: Hati-Hati! Ada Denda Bagi Perusahaan Telat Bayar Gaji Karyawan

Kesepakatan penyesuaian upah antara pengusaha dan pekerja/buruh dilakukan dengan musyawarah yang dilandasi kekeluargaan, transparansi, dan itikad baik. Jika telah sepakat, kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis yang paling sedikit memuat:

  1. Besaran upah;
  2. Cara pembayaran upah; dan 
  3. Jangka waktu berlakunya kesepakatan paling lama tanggal 31 Desember 2021.

Hasil kesepakatan yang telah dibuat secara tertulis tersebut harus disampaikan kepada pekerja/Buruh.

Besaran upah yang dapat disesuaikan tidak berlaku sebagai dasar perhitungan iuran dan manfaat jaminan sosial, kompensasi pemutusan hubungan kerja (PHK), dan hak-hak lain. Sehingga Upah yang digunakan sebagai dasar perhitungan hak-hak pekerja/buruh menggunakan nilai upah sebelum penyesuaian upah berdasarkan kesepakatan. 

Sebagai informasi tambahan, Permenaker 2/2021 sudah berlaku sampai dengan tanggal 31 Desember 2021

Jika anda bingung mengurus legalitas usaha anda atau tidak punya waktu untuk mengurusnya. Segera hubungi Smartlegal.id melalui tombol di bawah ini. 

Baca juga:  Bagaimana Ketentuan Pesangon dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan Dalam UU Cipta kerja?

Author: Dwiki Julio Dharmawan

Butuh informasi lebih lanjut diluar dari artikel ini, silahkan hubungi kami!

PENDIRIAN BADAN USAHA

Bentuk Cv
Kenali Bentuk-bentuk CV Yuk!
Prosedur Perizinan Penyelenggara Peer to Peer Lending di Indonesia
Prosedur Perizinan Penyelenggara Peer to Peer Lending di Indonesia
Mungkinkah Ada Pemegang Saham Tunggal dalam Perseroan Terbatas?
Adakah Pemegang Saham Tunggal dalam Perseroan Terbatas?
Mendirikan PT
Serius PT Bisa Didirikan Oleh 1 Orang Saja?
4 Tips Bagi Pengusaha Untuk Survive
4 Tips Bagi Pengusaha Untuk Survive Saat Pandemi Virus Corona

PENDAFTARAN MERK

Belajar Dari Kasus Merek Caberg Ingat Merek Terkenal Pun Tetap Harus Didaftarkan
Belajar Dari Kasus Merek Caberg: Ingat Merek Terkenal Pun Tetap Harus Didaftarkan
Jangka Waktu Perlindungan Merek Dan Cara Perpanjangannya
Jangka Waktu Perlindungan Merek dan Cara Perpanjangan Merek
pajar
Ini Syarat dan Prosedur Pendaftaran Merek Bagi PT
Hal Yang Harus Diperhatikan Agar Merek Tidak Ditolak
7 Hal Yang Harus Diperhatikan Agar Merek Tidak Ditolak Karena Dinilai Sama Dengan Merek Terdaftar
INI YANG BISA ANDA LAKUKAN JIKA PENDAFTARAN MEREK DITOLAK
Ini yang Bisa Anda Lakukan Jika Pendaftaran Merek Anda Ditolak

LEGAL STORY

oyo
Ramai OYO bikin rugi: Salah Satunya Soal Perjanjian Kerjasama Dengan Mitra
Legal Story: Terpaksa Rebranding Karena Menggunakan Nama Idola-ku
Legal Story: Terpaksa Rebranding Karena Menggunakan Nama Idola-ku
Brand yang Aku Bangun Ketikung Rivalku
Legal Story: Brand yang Aku Bangun Ketikung Rivalku
legalitas bisnis ms glow
Kisah Sukses MS Glow, Rela Jual Aset 1 M Penuhi Kebutuhan dan Legalitas Bisnis
Reseller Kosmetik
Kisah Reseller Produk Kosmetik Mencari Untung Malah Buntung

VIDEO ARTIKEL