Pengesahan Badan Usaha Koperasi Dialihkan ke Kemenkumham

Smartlegal.id -

BAGIKAN:

Pengesahan Badan Usaha Koperasi Dialihkan ke Kemenkumham

Pemerintah baru saja mengeluarkan Surat Edaran mengenai pengesahan Badan Usaha Koperasi. Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Koperasi dan UMKM, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal berisi tentang pengalihan kewenangan pengesahan, perubahan, dan pembubaran koperasi dari yang semula dipegang oleh Kementerian Koperasi dan UMKM menjadi ke Kementerian Hukum dan HAM.

Selama proses transisi berlangsung, pelayanan pengesahan akta pendirian koperasi, perubahan anggaran dasar koperasi, serta pembubaran koperasi tetap diselenggarakan di Kementerian Koperasi dan UMKM sampai 1 Maret 2019.

Lantas, apa sajakah perbedaan sebelum dan sesudah dikeluarkannya Surat Edaran tersebut?

SEBELUM

SESUDAH

Pelayanan pengesahan akta pendirian koperasi, perubahan anggaran dasar koperasi, serta pembubaran koperasi sepenuhnya diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan UMKM. Pelayanan pengesahan akta pendirian koperasi, perubahan anggaran dasar koperasi, serta pembubaran koperasi sepenuhnya diselenggarakan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sejalan dengan akan diberlakukannya Online Single Submission (OSS).
Pemohon mengajukan permohonan pengesahan secara tertulis kepada Pejabat berwenang dilengkapi dengan Persyaratan Administrasi. Pemohon dalam mengajukan pengesahan, perubahan, dan pembubaran Koperasi menjadi lebih mudah dan efisien dengan mengunggah dokumen-dokumen melalui AHU Online sebelum mengakses sistem OSS.

Untuk diketahui, pengalihan kewenangan tersebut sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2018 tentang Pelayanan Perijinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik (Online Single Submission), tepatnya pada Pasal 14. Yaitu pengesahan koperasi diatur dalam peraturan Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum.

Jika Anda membutuhkan bantuan untuk mengurus badan usaha koperasi?, Anda dapat menghubungi hotline smartlegal.id di nomer 0813-1515-8719 atau email di [email protected]

Author : Safira Ayudia

Baca juga:  Kapan Waktu yang Tepat Untuk Melaksanakan RUPS?
Butuh informasi lebih lanjut diluar dari artikel ini, silahkan hubungi kami!

PENDIRIAN BADAN USAHA

Baca-Ini-Dulu-Sebelum-Mengubah-Anggaran-Dasar-PT
Baca Ini Dulu Sebelum Mengubah Anggaran Dasar PT
Pengalihan-Hak-Cipta-Melalui-Pewarisan
Pengalihan Hak Cipta Melalui Pewarisan
Hati-Hati! Ini Ancaman Pidana Bagi Pemegang Saham Yang Menggunakan Aset Perusahaan Untuk Kepentingan Pribadi
Hati-Hati! Ini Ancaman Pidana Bagi Pemegang Saham Yang Menggunakan Aset Perusahaan Untuk Kepentingan Pribadi
Hati-Hati 4 Konsekuensi Ini Masih Ada Jika PT Didiamkan
Hati-Hati! 4 Konsekuensi Ini Masih Ada Jika PT Didiamkan  
Begini 4 Tipe Penerbitan Izin Usaha Melalui OSS
Begini 4 Tipe Penerbitan Izin Usaha Melalui OSS

PENDAFTARAN MERK

3 Kerugian Ketika Telat Mendaftarkan Merek
3 Kerugian Ketika Telat Melakukan Pendaftaran Merek
INI YANG BISA ANDA LAKUKAN JIKA PENDAFTARAN MEREK DITOLAK
Ini yang Bisa Anda Lakukan Jika Pendaftaran Merek Anda Ditolak
Jangka Waktu Perlindungan Merek Dan Cara Perpanjangannya
Jangka Waktu Perlindungan Merek dan Cara Perpanjangan Merek
3 Langkah Hukum Yang Bisa Dilakukan Jika Merek Anda Digunakan Orang Lain Tanpa Izin
Langkah Hukum Yang Bisa Dilakukan Jika Merek Anda Digunakan Orang Lain Tanpa Izin
Hati-Hati! Menjual Hand Sanitizer Tanpa Izin Edar Bisa Dipidana
Hati-Hati! Menjual Hand Sanitizer Tanpa Izin Edar Bisa Dipidana

LEGAL STORY

Legal Story: Terpaksa Rebranding Karena Menggunakan Nama Idola-ku
Legal Story: Terpaksa Rebranding Karena Menggunakan Nama Idola-ku
oyo
Ramai OYO bikin rugi: Salah Satunya Soal Perjanjian Kerjasama Dengan Mitra
Lupa ngurus ijin BPOM, Nginep 7 bulan di penjara
Lupa Ngurus Ijin BPOM, Nginep 7 Bulan di Penjara
Brand yang Aku Bangun Ketikung Rivalku
Legal Story: Brand yang Aku Bangun Ketikung Rivalku
Karena Nama Merek, Aku Dijerat Pidana
Legal Story: Karena Nama Merek, Aku Dijerat Pidana

VIDEO ARTIKEL