fbpx

Panduan Lengkap Memilih Pengacara Perceraian di Depok yang Penting Anda Perhatikan

Panduan Lengkap Memilih Pengacara Perceraian di Depok yang Penting Anda Perhatikan

Pengacara Perceraian di Depok – Punya keinginan untuk bercerai dengan pasangan? Jangan sembarangan memilih pengacara perceraian di Depok. Salah pilih, bisa sangat merugikan, lho!

Pernikahan sejatinya menjadi sarana untuk meraih kebahagiaan hidup bersama pasangan. Hanya saja, tak semua pasangan yang menikah bisa mencapai kebahagiaan tersebut. Sebagai imbasnya, mereka pun memilih untuk berpisah dan bercerai. Kondisi seperti ini cukup banyak terjadi, termasuk di antaranya adalah di Depok.

Perlu Anda ketahui, angka perceraian di Kota Depok mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Sepanjang tahun 2017, Pengadilan Agama Kota Depok mencatat bahwa telah terjadi sekitar 4.000 perceraian. Angka tersebut meningkat menjadi 5.000 perceraian per Oktober 2018. Kabar buruknya lagi, mediasi yang dilakukan oleh pengadilan agama, memiliki tingkat keberhasilan yang sangat kecil.

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Memutuskan Bercerai

Keputusan untuk bercerai, tak boleh dilakukan secara gegabah. Bagi seorang laki-laki, terutama yang beragama Islam, tak bisa secara mudah mengeluarkan kata talak, cerai, atau sejenisnya kepada istri. Sementara itu, istri juga harus berpikir ulang ketika ingin mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama.

Ketika bercerai, Anda memang bisa berpisah dari orang yang selama ini dirasakan sebagai sumber ketidaknyamanan. Namun, ketika memutuskan untuk mengucapkan kata cerai atau mengajukan gugatan cerai, ada beberapa hal yang terlebih dulu harus Anda pertimbangkan, yakni:

  • Apakah perceraian memang hal yang benar-benar Anda inginkan?

Pertimbangan pertama, Anda harus memikirkan secara cermat apakah perceraian yang bakal terjadi, merupakan keinginan nyata. Jangan sampai perceraian tersebut merupakan imbas dari cara berpikir praktis yang muncul ketika marah atau kesal kepada pasangan. Hal ini untuk memastikan bahwa kebahagiaan yang didapatkan setelah bercerai bukanlah kebahagiaan semu.

  • Pikirkan kerugian yang bakal Anda peroleh ketika bercerai

Pertimbangan kedua, Anda juga harus memikirkan kondisi ketika berpisah dengan pasangan. Pikir secara cermat kerugian apa saja yang bakal menimpa Anda setelah bercerai. Potensi kerugian yang mungkin saja muncul setelah bercerai cukup banyak.

Kerugian secara ekonomi bakal Anda rasakan secara nyata ketika bercerai. Ketika menikah, Anda bisa saja berbagi pengeluaran dengan pasangan. Namun, kondisi yang berbeda bakal dihadapi ketika bercerai. Apalagi, bagi seorang ibu rumah tangga yang telah lama bertahun-tahun meninggalkan pekerjaannya demi pasangan.

  • Nasib anak

Perceraian yang bakal Anda hadapi, tak hanya berdampak pada pasangan. Anda juga harus mempertimbangkan dampak yang dihadapi oleh anak. Dalam berbagai penelitian, terungkap bahwa anak yang masa kecilnya menghadapi perceraian, merasa tak memiliki hubungan yang khusus dengan kedua orang tuanya ketika dewasa.

Di waktu yang sama, anak juga bakal berhadapan dengan risiko depresi yang begitu mendalam. Hal ini bisa dibuktikan dengan kemampuan bersosialisasi anak yang kurang begitu baik. Sebelum orang tua bercerai, anak bisa jadi merupakan pribadi yang aktif dan ceria. Namun, kondisinya dapat berubah 180 derajat menjadi anak yang pemurung dan cenderung mengurung diri setelah perceraian kedua orang tuanya.

  • Apakah Anda sudah melakukan upaya terbaik?

Mengucapkan kata cerai atau mengajukan gugatan cerai ke pengadilan memang jadi solusi yang praktis ketika sudah merasa tak cocok dengan pasangan. Namun, apakah keputusan bercerai itu sudah didahului dengan adanya upaya memperbaiki hubungan dengan pasangan?

Ketika Anda merasa tidak bahagia ketika menikah, bukan berarti ada hal yang salah pada hubungan dengan pasangan. Bisa jadi, ketidakbahagiaan itu muncul karena tidak ada upaya dari kedua pihak untuk bisa memperbaiki kualitas hubungan suami istri.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk melakukan komunikasi secara baik dengan pasangan. Lewat komunikasi yang baik, identifikasi masalah bisa dilakukan dengan tepat dan Anda pun bisa menyelesaikannya secara bersama.

Alasan Bercerai yang Dibenarkan Aturan Undang-Undang

Panduan Lengkap Memilih Pengacara Perceraian di Depok yang Penting Anda Perhatikan

Ketika sudah melakukan pertimbangan yang matang, Anda juga harus siap dengan konsekuensi yang bakal dihadapi. Apalagi, ketika alasan yang menjadi landasan Anda dalam mengajukan cerai dibenarkan oleh undang-undang yang berlaku di Indonesia. UU Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan mengatur bahwa ada 6 alasan yang bisa diajukan sebagai landasan untuk melakukan perceraian, yaitu:

  1. Salah seorang pasangan melakukan tindakan yang tidak terpuji selama dalam pernikahan. Tindakan tak terpuji tersebut di antaranya adalah berjudi, mabuk, berbuat zina, serta mengonsumsi narkoba;
  2. Alasan yang sah dalam mengajukan perceraian berikutnya di mata UU Perkawinan adalah ketika pasangan meninggalkan Anda tanpa izin selama 2 tahun berturut-turut;
  3. Tindakan kriminal yang berakibat hukuman penjara dengan masa kurungan lebih dari 5 tahun juga dapat digunakan sebagai alasan dalam mengajukan perceraian;
  4. Kekerasan dalam rumah tangga, baik yang dilakukan oleh suami atau istri, dapat dipakai sebagai landasan kuat mengajukan perceraian. Apalagi, ketika kekerasan yang dilakukan berdampak pada keselamatan pihak lain;
  5. Perceraian juga dapat diajukan ketika salah seorang pasangan memiliki cacat atau penyakit yang membuatnya tak bisa menjalankan kewajiban sebagai suami atau istri. Sebagai contoh, ketika suami lumpuh dan tak bisa memberi nafkah untuk istri, maka istri berhak untuk mengajukan cerai;
  6. Perselisihan antara suami dan istri yang berlangsung secara terus-menarus juga dapat digunakan sebagai alasan untuk mengajukan cerai. Apalagi, ketika perselisihan itu dianggap sebagai problem yang tak bisa terselesaikan;

Selain 6 alasan tersebut, ada pula 2 tambahan alasan lain yang dapat digunakan sebagai landasan untuk mengajukan cerai. Hanya saja, 2 alasan ini secara khusus berlaku untuk suami istri yang beragama Islam yang tercantum dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI). Dua alasan tambahan tersebut adalah:

  1. Seorang suami yang terbukti melanggar taklik-talak;
  2. Salah seorang pasangan, memutuskan untuk berpindah ke agama lain atau murtad.

Faktor yang Membuat Angka Perceraian di Depok Tinggi

Tingginya angka perceraian di Kota Depok bukan tanpa alasan. Berdasarkan catatan dari Pengadilan Agama Kota Depok, ada beberapa faktor yang menjadi pemicu terjadinya perceraian di Depok, yakni:

  • Perselisihan dalam rumah tangga

Perselisihan dalam rumah tangga menjadi faktor yang dominan munculnya kasus perceraian di Kota Depok. Perselisihan ini kerap dimulai dari aktivitas penggunaan media sosial yang kurang tepat. Hasilnya, muncul rasa cemburu di hati salah satu pasangan. Rasa cemburu tersebut membuat keduanya sering melakukan perselisihan dan bahkan pertengkaran.

Perselisihan yang tak kunjung usai itu juga didorong dengan usia pernikahan yang cukup muda. Rata-rata pengajuan perceraian di Kota Depok, dilakukan oleh pasangan berusia antara 21 sampai 25 tahun. Pada rentang usia tersebut, seseorang kurang bisa bersikap dewasa dalam menghadapi perselisihan dalam rumah tangga dan lebih mengedepankan emosi.

  • Faktor ekonomi

Ketidakmampuan seorang suami dalam menghidupi istri menjadi faktor tertinggi kedua yang memicu perceraian di Kota Depok. Suami tidak memiliki pekerjaan dengan penghasilan yang mencukupi. Hal ini pun sesuai dengan kondisi pengangguran di Kota Depok yang juga sangat tinggi. Berdasarkan data tahun 2015, ada sebanyak 72 ribu pengangguran di kota ini.

Tingginya angka pengangguran ini juga diperparah dengan minimnya kemampuan yang dimiliki oleh para tenaga kerja. Perlu diketahui, Depok bukan merupakan kota industri, melainkan kota perdagangan. Di sisi lain, para pengangguran yang ada di Depok, kurang begitu tertarik atau bahkan tak memiliki kemampuan dalam berdagang atau menawarkan barang dan jasa.

  • Kekerasan dalam rumah tangga

Kekerasan dalam rumah tangga menjadi faktor pemicu munculnya perceraian yang begitu tinggi di Depok. Kekerasan yang terjadi, biasanya dilakukan oleh pihak laki-laki. Meski, tak menutup kemungkinan juga dilakukan oleh perempuan. Selain itu, kekerasan penyebab perceraian tak hanya kekerasan fisik, tetapi juga kekerasan verbal.

Sejatinya, kekerasan dalam rumah tangga merupakan imbas dari problem yang sebelumnya telah ada dalam hubungan suami istri. Sebagai contoh, beberapa waktu lalu sempat muncul berita tentang penganiayaan yang dilakukan seorang pria bernama Prima terhadap istrinya. Prima beralasan bahwa penganiayaan itu dilakukan setelah dia mendapati istrinya melakukan komunikasi dengan pria lain.

  • Kriminal

Tindakan kriminal juga menjadi pemicu perceraian yang tak kalah tingginya di Kota Depok. Apalagi, tindakan kriminal yang berakibat hukuman penjara selama bertahun-tahun. Di waktu yang sama, banyak pula wanita yang mengajukan gugatan perceraian setelah mendapati bahwa suaminya memiliki tindakan yang tak baik, seperti mengonsumsi narkoba, sering mabuk-mabukan, dan sering berjudi.

  • Selingkuh dan poligami

Selingkuh serta poligami menjadi pemicu tingginya perceraian berikutnya di Kota Depok. Dibandingkan dengan faktor yang lain, selingkuh dan poligami memang terbilang kecil. Sebagai catatan, pada tahun 2018, keduanya berkontribusi masing-masing sebanyak 23 kasus perceraian.

Prosedur Pengajuan Cerai di Depok

Panduan Lengkap Memilih Pengacara Perceraian di Depok yang Penting Anda Perhatikan

Proses pengajuan cerai di Depok dapat dilakukan dengan cara yang tak begitu menyulitkan. Bagi pasangan suami istri yang beragama Islam, Anda dapat mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Agama Depok. Sementara itu, bagi pasangan yang beragama selain Islam, prosesnya diajukan ke Pengadilan Negeri Depok.

Dalam proses pengajuan tersebut, ada beberapa dokumen yang harus dipersiapkan, yakni:

  • Dokumen surat nikah asli;
  • Fotokopi surat nikah sebanyak 2 lembar yang bermaterai dan telah dilegalisir;
  • Fotokopi akte kelahiran anak dalam kondisi telah bermaterai dan legalisir bagi pasangan yang telah memiliki anak;
  • Fotokopi KTP terbaru pihak penggugat (istri);
  • Fotokopi Kartu Keluarga

Sebagai dokumen pelengkap, Anda juga bisa menyertakan beberapa surat kepemilikan untuk pengurusan harta bersama, termasuk di antaranya adalah:

  • Sertifikat tanah;
  • BPKB dan STNK kendaraan bermotor;
  • Bukti transaksi jual beli;
  • Dan bukti kepemilikan lainnya;

Mengurus Sendiri atau Menggunakan Jasa Pengacara Perceraian di Depok?

Terkait pengurusan perceraian, Anda bisa memilih untuk melakukannya sendiri atau menggunakan jasa pengacara. Cara mengurus perceraian sendiri memang memungkinkan Anda untuk bisa menghemat biaya yang dikeluarkan. Apalagi, terkadang porsi pengeluaran yang cukup besar dalam mengurus perceraian adalah terkait biaya sewa pengacara perceraian di Depok.

Hanya saja, penggunaan layanan jasa pengacara perceraian di Depok juga memberikan beberapa keuntungan, termasuk di antaranya adalah:

  • Proses pengurusan perceraian yang lancar

Pengurusan kasus perceraian bisa sangat merepotkan. Anda bakal dihadapkan dengan berbagai jenis dokumen yang bisa saja sangat menyulitkan. Apalagi, Anda bukanlah sosok yang terbiasa menghadapi tumpukan dokumen dengan bahasa hukum yang asing di telinga.

Ketika dilakukan oleh seorang pengacara perceraian di Depok, problem terkait prosedur perceraian bisa ditangani dengan mudah. Mereka tak akan merasa kesulitan dalam mengurus berbagai dokumen yang diperlukan. Apalagi, kalau Anda memilih tenaga pengacara yang memang mengerti secara cermat aturan perundang-undangan terkait pernikahan di Indonesia.

Sebagai contoh, ketika Anda dan pasangan beragama Islam. Maka, aturan hukum yang berlaku di Indonesia mengharuskan Anda untuk mengajukan gugatan ke pengadilan agama. Sementara itu, bagi pasangan suami istri yang beragama Kristen, Hindu, Konghuchu, Katolik, ataupun Budha, perlu mengurus perceraian di pengadilan negeri.

  • Hemat waktu

Saat mengurus sendiri, Anda bakal menghabiskan banyak waktu karena ketidaktahuan proses pengurusan perceraian. Kondisi yang berbeda bakal diperoleh ketika Anda menggunakan tenaga pengacara perceraian di Depok. Mereka bakal bisa melakukan kerjanya secara efektif dan efisien.

Perlu diketahui, jangka waktu paling lama pengurusan perceraian menurut aturan yang berlaku di Indonesia adalah 6 bulan. Ketika menggunakan tenaga pengacara perceraian di Depok, Anda bakal bisa menyelesaikan proses di pengadilan dengan begitu cepat.

  • Proses perceraian bisa dilakukan tanpa menghadiri sidang

Tak hanya hemat waktu dan praktis, penggunaan jasa pengacara perceraian di Depok juga memungkinkan Anda untuk menyelesaikan proses perceraian tanpa harus mendatangi sidang. Hal ini bisa Anda lakukan dengan menyerahkan kuasa sepenuhnya kepada pengacara. Dengan catatan, tenaga pengacara yang Anda sewa merupakan sosok pengacara yang benar-benar tepercaya.

Anda pun tinggal menyerahkan semua jenis dokumen yang diperlukan. Selanjutnya, segala keperluan yang berkaitan dengan proses perceraian di Depok, menjadi tanggung jawab pengacara. Dengan begitu, proses perceraian yang berlangsung di pengadilan tidak akan mengganggu aktivitas pekerjaan Anda sehari-hari.

  • Sarana memperjuangkan hak atas harta bersama dan pengasuhan anak

Keuntungan terakhir dan yang paling krusial ketika menggunakan tenaga pengacara perceraian di Depok adalah sarana untuk memperjuangkan hak. Ketika bercerai, ada 2 hak utama yang kerap menjadi perebutan antara mantan suami dan istri. Dua hak yang dimaksud adalah harta bersama atau harta gono-gini dan hak asuh anak.

Ketika melakukan pengurusan perceraian tanpa pengacara, Anda tidak akan mengetahui hal-hal yang bisa menguntungkan Anda terkait harta bersama dan hak asuh anak. Ketika menggunakan tenaga pengacara, Anda dapat memanfaatkan bukti serta aturan hukum yang ada sebagai senjata agar mendapatkan keputusan yang adil.

Tips Memilih Jasa Pengacara Perceraian di Depok yang Tepercaya

Panduan Lengkap Memilih Pengacara Perceraian di Depok yang Penting Anda Perhatikan

Anda sudah mengetahui betapa pentingnya peran seorang pengacara dalam menangani kasus perceraian di Depok. Namun, pertanyaan besar yang kemudian muncul di kepala Anda tentunya adalah, di mana bisa menemukan pengacara perceraian di Depok yang tepercaya dan berkualitas?

Ada beberapa poin yang perlu dipertimbangkan agar bisa menemukan layanan pengacara perceraian di Depok yang berkualitas dan tepercaya, yakni:

  • Pastikan pengacara yang digunakan memiliki keahlian khusus hukum keluarga dan profesional

Tips pertama yang harus Anda perhatikan ketika memilih pengacara perceraian di Depok adalah dengan mempertimbangkan latar belakangnya. Anda harus memastikan bahwa tenaga pengacara yang dipakai, memiliki keahlian secara khusus dalam menangani kasus yang berkaitan dengan hukum keluarga.

Anda boleh saja menggunakan tenaga pengacara secara serampangan. Namun, bagaimana jadinya kalau pengetahuan pengacara tersebut terhadap seluk-beluk hukum keluarga di Indonesia ternyata kurang begitu mendalam? Hal yang sangat mungkin terjadi, Anda bakal memperoleh putusan sidang yang merugikan.

Selain itu, pastikan pula bahwa Anda memperoleh penanganan dari tenaga pengacara yang berpengalaman. Hal yang cukup sering terjadi di lapangan, pengacara mengalihkan tugasnya pada tenaga pengacara yang baru menyelesaikan program belajarnya. Pada kondisi ini, Anda bakal benar-benar sangat dirugikan. Seorang pengacara yang tak berpengalaman, biasanya hanya mengandalkan pengetahuan dari buku yang dibacanya, bukan dari kejadian nyata yang berlangsung di pengadilan.

Jangan pula mengandalkan pengacara yang memiliki hubungan saudara ataupun pertemanan dengan Anda. Apalagi, kalau sampai mereka memberikan layanannya dengan berdasarkan rasa kasihan. Kalaupun mereka memang menawarkan layanan hukum kepada Anda secara murah, alangkah lebih baiknya Anda memilih untuk menolak.

Penggunaan tenaga pengacara yang murah, bisa berdampak pada kualitas pelayanan yang murahan. Apalagi, kalau tenaga pengacara tersebut merupakan saudara atau teman Anda. Tak menutup kemungkinan kinerja mereka jadi tidak akan begitu profesional. Di sisi lain, Anda pun bakal merasa tidak enak kalau mengajukan ketidaknyamanan.

  • Pilih pengacara dengan alamat kantor yang jelas

Saat menggunakan tenaga pengacara, Anda tentunya menginginkan pengacara perceraian di Depok yang tepercaya. Oleh karena itu, pastikan menggunakan tenaga pengacara yang mudah diajak untuk bertatap muka secara langsung. Jangan sampai Anda hanya melakukan komunikasi secara jarak jauh dengan pengacara, baik lewat telepon atau email.

Oleh sebab itu, ketahui alamat kantor pengacara yang ingin Anda gunakan. Pastikan bahwa akses ke kantor tersebut cukup mudah. Dengan begitu, Anda bisa berkonsultasi secara langsung dengan pengacara tersebut tanpa repot. Ditambah lagi, kalau pengacara yang tersebut mampu meluangkan waktu ketika Anda memang benar-benar senggang.

  • Pertimbangkan tarif yang perlu dikeluarkan

Saat menggunakan tenaga pengacara perceraian di Depok, Anda juga harus secara jelas menanyakan skema tarif yang digunakan. Umumnya, pengacara perceraian menggunakan 2 skema tarif, yakni metode pembayaran per jam serta metode lump sum.

Metode pembayaran lump sum memungkinkan Anda untuk mengetahui biaya total yang diperlukan untuk penggunaan jasa pengacara di awal. Sementara itu, metode pembayaran per jam, disesuaikan dengan waktu kerja pengacara dalam menangani kasus Anda. Semakin lama kasus perceraian berlangsung, semakin besar pula biaya yang perlu dikeluarkan.

  • Bandingkan dengan layanan pengacara di tempat lain

Kesalahan yang sering terjadi ketika menggunakan tenaga pengacara, seseorang hanya datang ke satu tempat dan secara langsung menggunakan tenaga layanan pengacara di situ. Cara seperti ini memang cukup praktis. Hanya saja, bisa jadi Anda bakal kecewa ketika menjumpai pelayanan yang lebih baik dari tempat lain.

Oleh karena itu, ketika mencari tenaga pengacara perceraian, pertimbangkan untuk melakukan observasi pada beberapa kantor pengacara. Gali lebih dalam informasi terkait masing-masing kantor. Dari situ, Anda pun bisa memperoleh referensi yang lebih lengkap mengenai pilihan kantor pengacara perceraian yang bisa menangani kasus yang tengah dihadapi.

Untuk menggunakan layanan kantor pengacara perceraian di Depok yang tepercaya, Anda bisa mempertimbangkan dan sekaligus membandingkan KantorPengacara.co (KPCO) dengan layanan pengacara di tempat lain. KPCO merupakan layanan hukum khusus keluarga yang menyediakan solusi dalam menangani kasus perceraian yang telah berpengalaman. Anda pun bakal memperoleh hasil terbaik dari pelayanan yang didapatkan dari KPCO.

Itulah tips yang dan pertimbangan yang bisa Anda gunakan ketika menghadapi problem perceraian dalam rumah tangga. Ingat, sebelum memutuskan untuk bercerai, pastikan Anda menimbang keputusan itu secara mendalam. Jangan sampai keputusan bercerai mengakibatkan Anda menyesal di kemudian hari.

Baca juga: 13 alasan perceraian di Indonesia

Ingin mengajukan pertanyaan lain? Jangan sungkan untuk menghubungi kantorpengacara.co melalui telepon +62 812 9797 0522 atau email kpco@smartlegal.id Kami siap membantu Anda dengan sepenuh hati.

 

cc: INDONESIAGO DIGITAL

Bergabung untuk dapatkan konten terbaru lainnya:

Facebook Page

Smartlegal.id

Telegram Channel

Smartlegal.id

Share
Tweet
+1
Share