Netflix Batal Akuisisi Warner Bros., Mengapa Akuisisi Penting dalam Strategi Ekspansi Bisnis?
Smartlegal.id -

“Netflix batal akuisisi warner bros.menjadi pembelajaran bagi pelaku usaha betapa krusialnya akuisisi sebagai strategi ekspansi bisnis.”
Drama perebutan Warner Bros. Discovery (WBD) antara Netflix dan Paramount Skydance akhirnya memasuki babak baru. Netflix memutuskan mundur setelah menerima pemberitahuan adanya penawaran yang lebih tinggi dari Paramount.
Chief Financial Officer Netflix, Spence Neumann, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil murni karena pertimbangan harga. Sebelumnya, Netflix sempat mengajukan penawaran akuisisi terhadap WBD dengan nilai transaksi mencapai USD 82,7 miliar menjadikannya salah satu calon pengakuisisi paling potensial.
Namun di tengah proses tersebut, Paramount Skydance berusaha menekan melalui pengajuan hostile bid. Persaingan ini membuat nilai transaksi terus meningkat hingga akhirnya Netflix memilih untuk tidak melanjutkan proses akuisisi.
Meski gagal mengakuisisi WBD, Netflix tetap memperoleh break-up fee atau biaya pembatalan dari Paramount Skydance sebesar USD 2,8 miliar. Persaingan sengit dalam perebutan aset WBD ini menunjukkan bahwa merger dan akuisisi merupakan strategi ekspansi bisnis yang sangat bernilai.
Dalam proses akuisisi maupun merger tidak dapat dilakukan secara sembarangan karena melibatkan aspek hukum, finansial, dan strategis yang kompleks. Lantas, strategi apa yang dapat dilakukan perusahaan sebelum memutuskan untuk melakukan merger?
Baca juga: Akuisisi Warner Bros: Netflix dan Paramount Saling Berebut, Apa yang Membuat Istimewa?
Kronologi Netflix Batal Akuisisi Warner Bros.
Drama perebutan akuisisi Warner Bros. Discovery dimulai ketika perusahaan hiburan tersebut mengumumkan rencana restrukturisasi bisnis dengan memisahkan operasionalnya menjadi dua entitas berbeda. Unit Warner Bros., DC Studios, dan HBO Max akan difokuskan pada bisnis studio atau streaming, sementara CNN, TNT Sports, serta Bleacher Report akan berfokus pada aset televisi kabel.
Pada September 2025, Paramount mulai mengajukan penawaran untuk mengakuisisi WBD sebesar $19 per saham. Namun, tawaran tersebut ditolak sehingga Paramount kembali meningkatkan nilai penawarannya menjadi $22 per saham.
Tak lama kemudian, Paramount Skydance kembali menaikkan tawaran pada Oktober 2025 menjadi $23,50 per saham. Pada bulan yang sama, WBD akhirnya menyatakan bersedia mempertimbangkan tawaran tersebut.
Persaingan semakin memanas ketika Netflix tiba-tiba masuk dengan penawaran $28 per saham. Tidak tinggal diam, Paramount Skydance kemudian melayangkan hostile bid dengan nilai $30 per saham.
Namun, tawaran tersebut sempat ditolak oleh WBD karena Paramount dinilai belum mampu memberikan jaminan pembiayaan yang memadai. Pada Januari 2026, Paramount Skydance mengajukan gugatan untuk memaksa WBD membuka rincian kesepakatannya dengan Netflix.
Situasi berubah pada 24 Februari 2026 ketika CEO Paramount Skydance, David Ellison, menaikkan tawaran menjadi $31 per saham. Dua hari setelahnya, Netflix menyatakan tidak akan menaikkan penawarannya.
Keputusan tersebut menandai mundurnya Netflix dari proses akuisisi sekaligus mengakhiri drama bidding war antara kedua perusahaan.
Pada akhir Februari 2026, WBD resmi menandatangani perjanjian akuisisi dengan Paramount Skydance dengan nilai total transaksi mencapai $110-$111 miliar. Transaksi ini diperkirakan akan selesai pada kuartal ketiga tahun 2026.
Baca juga: Belajar Dari Merger BUMN 2026, Ini Hal yang Perlu Diperhatikan Pelaku Usaha
Mengapa Akuisisi Menjadi Strategi Penting dalam Ekspansi Bisnis?
Drama perebutan akuisisi WBD antara Paramount Skydance dan Netflix menunjukkan betapa strategisnya merger dan akuisisi bagi pertumbuhan perusahaan. Berikut beberapa alasan mengapa merger dan akuisisi sering dipilih sebagai strategi ekspansi bisnis:
- Pertumbuhan Pangsa Pasar: Melalui merger, perusahaan dapat memasuki pasar baru dengan lebih cepat serta memperoleh basis pelanggan yang telah dimiliki perusahaan target.
- Akses Teknologi dan SDM Unggul: Merger dan akuisisi memungkinkan perusahaan memperoleh akses terhadap teknologi, sistem operasional, serta sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan lain. Hal ini dapat meningkatkan efisiensi serta mempercepat inovasi bisnis.
- Mengurangi Persaingan: Merger dan akuisisi yang dilakukan antar perusahaan dalam industri yang sama, seperti yang terjadi antara Paramount Skydance dan WBD, sering disebut sebagai merger horizontal. Strategi ini kerap digunakan untuk memperkuat posisi pasar sekaligus mengurangi tingkat persaingan.
- Diversifikasi Risiko: Dengan menggabungkan portofolio bisnis dari dua perusahaan, risiko ketergantungan pada satu produk atau pasar dapat dikurangi sehingga stabilitas bisnis menjadi lebih terjaga.
Baca juga: Cara Melakukan Legal Due Diligence untuk Merger Akuisisi atau Investasi
Strategi Sebelum Melakukan Merger dan Akuisi
Merger merupakan transaksi bernilai besar sehingga perusahaan perlu menyusun strategi yang matang sebelum melaksanakannya. Beberapa strategi yang dapat dilakukan antara lain:
1. Menetapkan Tujuan Merger dan Akuisisi
Sebelum melakukan merger dan dan akuisisi, perusahaan harus memiliki tujuan yang jelas, seperti ekspansi pasar, akuisisi teknologi baru, atau diversifikasi bisnis. Tujuan tersebut nantinya akan dicantumkan dalam rancangan penggabungan yang disusun oleh direksi perseroan.
Berdasarkan Pasal 123 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT) sebagaimana diubah oleh Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja (UU Ciptaker), rancangan penggabungan harus memuat berbagai informasi penting, seperti:
- Nama dan tempat kedudukan perseroan yang melakukan merger/akuisisi
- Alasan dan penjelasan direksi mengenai pelaksanaan merger/akuisi
- Tata cara konversi saham
- Rancangan perubahan anggaran dasar
- Laporan keuangan tiga tahun terakhir
- Rencana kelanjutan atau pengakhiran usaha
- Penyelesaian hak pemegang saham yang tidak setuju
- Penyelesaian hak dan kewajiban terhadap pihak ketiga
- Susunan direksi dan komisaris setelah merger/akuisi
- Perkiraan jangka waktu pelaksanaan merger/akuisi
2. Lakukan Legal Due Diligence
Legal Due Diligence (LDD) merupakan proses pemeriksaan hukum terhadap perusahaan target sebelum merger atau akuisisi dilaksanakan. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui kondisi hukum perusahaan secara menyeluruh. Secara umum terdapat dua jenis LDD:
- Full Due Diligence: Pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh aspek hukum perusahaan, mulai dari akta pendirian, perizinan, struktur pemegang saham, aset, perjanjian bisnis, hingga potensi sengketa hukum.
- Limited Due Diligence: Pemeriksaan terbatas yang difokuskan pada aspek tertentu, seperti lisensi usaha, aset tertentu, atau kewajiban pinjaman.
Melalui proses ini, perusahaan dapat memastikan bahwa kondisi hukum perusahaan target berada dalam keadaan sehat sebelum transaksi merger dilakukan.
3. Identifikasi dan Valuasi Target
Identifikasi serta valuasi perusahaan target merupakan langkah penting dalam proses merger atau akuisisi. Tahapan ini membantu perusahaan memastikan bahwa target merger benar-benar memberikan nilai strategis yang diharapkan. Beberapa alasan mengapa proses ini penting antara lain:
- Menghindari nilai transaksi yang terlalu mahal
- Mengidentifikasi kewajiban atau risiko tersembunyi
- Memastikan kesesuaian dengan strategi jangka panjang perusahaan
Kasus mundurnya Netflix dari akuisisi Warner Bros. Discovery menunjukkan bahwa proses merger dan akuisisi merupakan transaksi bisnis yang sangat kompleks serta melibatkan berbagai pertimbangan strategis. Selain aspek finansial, perusahaan juga harus memperhatikan aspek hukum, operasional, serta risiko bisnis yang mungkin muncul setelah transaksi dilakukan.
Menggunakan jasa konsultan hukum yang berpengalaman dapat membantu pelaku usaha meminimalisir risiko hukum serta memastikan seluruh proses merger berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Konsultasikan kebutuhan bisnis Anda termasuk rencana melakukan merger atau akuisiso dengan smartlegal.id.
Author: Nasywa Azzahra
Editor: Genies Wisnu Pradana
Referensi:
https://www.reuters.com/sustainability/boards-policy-regulation/time-inc-discovery-warner-bros-breakup-puts-spotlight-checkered-ma-history-2026-02-24/#:~:text=Time%20Warner%20spins%20off%20Time,November%2021%2C%202025
https://www.popbela.com/career/working-life/netflix-mundur-akuisisi-warner-bros-paramount-skydance-00-6sk7r-6wdd9w



























