Wajib Punya NIB! Ini Tips Memilih KBLI Content Creator!

Smartlegal.id -
KBLI Content Creator
Sumber: freepik

“Batas waktu penyesuaian izin telah terlewati! Jangan sampai salah memilih KBLI Content Creator di OSS jika tidak ingin NIB dan kontrak brand Anda dibekukan.”

Kalender kini telah memasuki bulan Juli 2026. Bagi para pelaku industri kreatif digital—mulai dari YouTuber, TikToker, influencer, selebgram, hingga podcaster—ini adalah fase krusial peringatan administratif.

Batas waktu masa tenggang enam bulan penyesuaian KBLI 2025 yang ditetapkan oleh Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2025 (Perka BPS 7/2025) telah resmi berakhir pada 18 Juni 2026 lalu.

Artinya, pemerintah kini mewajibkan seluruh kreator konten yang memonetisasi karya digitalnya untuk memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) versi 2025 yang valid. Jika saat ini Anda belum mendaftar, atau masih menggunakan KBLI versi 2020, Anda sedang beroperasi secara ilegal di mata hukum.

Banyak kreator yang panik dan akhirnya asal memilih kode di sistem OSS. Padahal, salah menentukan KBLI Content Creator bisa berakibat pada pengenaan pajak yang keliru hingga pembekuan izin. Lantas, bagaimana cara memilih KBLI yang paling tepat?

Baca juga: Podcast Kini Masuk KBLI 2025, Hal Apa Saja yang Perlu Diperhatikan oleh Podcaster?

Mengapa Content Creator Perlu Memilih KBLI yang Tepat? 

Pemilihan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) bukan sekadar formalitas administrasi. KBLI menjadi dasar dalam penerbitan NIB, penentuan jenis kegiatan usaha, hingga pemenuhan kewajiban perpajakan atas penghasilan yang diperoleh dari berbagai kerja sama komersial.

Selain itu, KBLI yang tepat juga akan mempermudah content creator dalam menjalin kerja sama dengan brand, mengikuti program kemitraan, maupun mengembangkan usahanya secara profesional. Sebaliknya, penggunaan KBLI yang tidak sesuai dapat menyebabkan data usaha tidak mencerminkan aktivitas yang sebenarnya sehingga berpotensi menimbulkan kendala dalam proses perizinan maupun pengembangan bisnis.

Dalam KBLI 2025, terdapat beberapa kode yang umumnya relevan bagi content creator, antara lain:

1. KBLI 59112 (Aktivitas Produksi Film, Video, dan Program Televisi oleh Swasta)

KBLI ini mencakup kegiatan produksi berbagai jenis konten audiovisual, seperti video, vlog, video podcast, animasi, maupun konten digital yang dipublikasikan melalui platform seperti YouTube, TikTok, dan Instagram. 

2. KBLI 73100 (Aktivitas Periklanan)

KBLI ini cocok bagi content creator yang memperoleh penghasilan dari promosi produk, endorsement, sponsored post, paid promote, maupun kerja sama pemasaran dengan brand.

3. KBLI 74909 (Aktivitas Profesional, Ilmiah, Dan Teknis Lainnya YTDL)

KBLI ini dapat digunakan untuk kegiatan yang berkaitan dengan jasa manajemen talenta, agensi kreator, atau aktivitas perantara antara brand dan content creator.

Karena setiap model bisnis memiliki karakteristik yang berbeda, content creator perlu memahami aktivitas usahanya terlebih dahulu sebelum menentukan KBLI yang akan digunakan.

Baca juga: KBLI 63122 Hilang dari KBLI 2025, Ini Dampaknya Bagi Platform Digital

4 Tips Jitu Memilih KBLI Content Creator 

Sebelum menentukan kode KBLI yang akan digunakan, content creator perlu memahami bahwa setiap jenis aktivitas usaha memiliki klasifikasi yang berbeda. Karena itu, pemilihan KBLI tidak boleh dilakukan secara asal, melainkan harus disesuaikan dengan kegiatan utama dan sumber penghasilan yang dijalankan. 

Berikut beberapa tips dalam memilih KBLI untuk content creator:

1. Kenali Aktivitas Usaha dan Sumber Penghasilan Utama

Sebelum memilih KBLI, content creator perlu memahami aktivitas usaha yang paling sering dilakukan serta sumber pendapatan utama yang diperoleh. Apakah penghasilan berasal dari monetisasi platform, endorsement, affiliate marketing, jasa pembuatan konten, atau bentuk usaha lainnya. Langkah ini penting agar KBLI yang dipilih benar-benar sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan.

2. Pilih KBLI yang Paling Sesuai dengan Kegiatan Usaha Dominan

Jika menjalankan beberapa aktivitas sekaligus, prioritaskan KBLI yang paling menggambarkan kegiatan usaha utama. Misalnya, ketika content creator yang sebagian besar pendapatannya berasal dari kerja sama promosi dengan brand dapat mempertimbangkan KBLI yang berkaitan dengan aktivitas periklanan.

3. Tambahkan KBLI Jika Menjalankan Lebih dari Satu Lini Usaha

Saat ini tidak sedikit content creator yang juga menjalankan usaha lain, seperti jasa manajemen media sosial, produksi konten, atau manajemen talenta. Dalam kondisi tersebut, pelaku usaha dapat menambahkan lebih dari satu KBLI pada NIB agar seluruh kegiatan usaha yang dijalankan tercatat secara legal.

4. Pertimbangkan Rencana Pengembangan Bisnis

Pemilihan KBLI sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan kondisi usaha saat ini, tetapi juga arah pengembangan usaha di masa depan. Jika terdapat rencana untuk membangun agensi kreatif, rumah produksi, atau manajemen talent, pastikan KBLI yang dipilih dapat mengakomodasi aktivitas tersebut sehingga tidak perlu melakukan perubahan berulang di kemudian hari.

Baca juga: KBLI 2025 Berlaku, Ini Aktivitas Ekonomi Baru dan Tenggat Waktu Penyesuaiannya

Risiko Fatal Jika Asal Pilih KBLI di OSS

Salah memilih KBLI dapat menimbulkan berbagai konsekuensi bagi pelaku usaha. Sebab, KBLI menjadi dasar dalam penentuan tingkat risiko usaha yang akan menentukan jenis perizinan yang wajib dipenuhi, seperti NIB, Sertifikat Standar, maupun izin operasional lainnya.

Apabila kegiatan usaha yang dijalankan tidak sesuai dengan KBLI yang terdaftar, pelaku usaha berpotensi dianggap tidak memenuhi ketentuan perizinan berusaha. Kondisi ini dapat menimbulkan kendala dalam proses pengawasan maupun pengembangan usaha.

Bahkan, Pasal 355 PP Nomor 28 Tahun 2025 mengatur bahwa pelaku usaha yang tidak memenuhi ketentuan perizinan berusaha dapat dikenai sanksi administratif. Sanksi tersebut dapat berupa peringatan, penghentian sementara kegiatan usaha, denda administratif, pengenaan daya paksa polisional, pencabutan lisensi atau sertifikasi, hingga pencabutan persetujuan dan perizinan berusaha.

Oleh karena itu, content creator tidak boleh asal memilih KBLI saat mengurus NIB. Pastikan kode KBLI yang digunakan benar-benar sesuai dengan aktivitas usaha yang dijalankan agar proses perizinan berjalan lancar, legalitas usaha tetap terjaga, dan risiko sanksi administratif dapat dihindari.

Amankan Legalitas Karier Digital Anda Hari Ini!

Menjadi content creator profesional berarti Anda siap taat hukum. Jangan sampai karier yang Anda bangun bertahun-tahun, serta peluang kerja sama dengan brand multinasional hancur berantakan hanya karena NIB Anda dibekukan akibat salah memilih kode klasifikasi usaha.

Masih bingung melakukan mapping atau menentukan KBLI Content Creator mana yang paling akurat untuk model bisnis Anda saat ini? Waktu toleransi sudah habis! Segera konsultasikan pengurusan NIB, pendirian PT, hingga perlindungan HAKI konten Anda bersama tim legal spesialis dari Smartlegal.id

Hubungi kami hari ini dan pastikan karier digital Anda seratus persen aman di mata hukum!

Author: Nasywa Azzahra

Seberapa membantu artikel ini menurut Anda?

TERBARU

PALING POPULER

KATEGORI ARTIKEL

PENDIRIAN BADAN USAHA

PENDAFTARAN MERK

LEGAL STORY